periskop.id - Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian menjelaskan gunung di perbatasan Lumajang dan Malang kembali memuntahkan awan panas guguran sejauh 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan pada Minggu (29/3). Lontaran material vulkanik ini menandai erupsi kesembilan sejak dini hari.
Laporan tertulis pos pengamatan yang diterima di Lumajang merinci aktivitas vulkanik terbaru ini terjadi menjelang pukul 09.00 WIB.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.49 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Mukdas.
Kolom abu letusan tampak berwarna putih hingga kelabu pekat. Lontaran material vulkanik dari kawah terpantau bergerak condong menuju arah barat daya.
Alat seismogram merespons erupsi dengan mencatat amplitudo maksimum 22 milimeter. Durasi letusan tercatat berlangsung selama 4 menit 6 detik.
"Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan," tuturnya.
Gunung setinggi 3.676 mdpl ini rutin bergejolak dengan total sembilan letusan terhitung sejak pukul 00.21 WIB. Letusan paling tinggi justru terjadi lebih awal pada pukul 01.01 WIB.
Tinggi kolom abu saat dini hari menembus 1.000 meter di atas puncak gunung. Intensitas ketebalan abu tergolong sedang menuju arah barat daya.
Status aktivitas vulkanik Semeru saat ini tertahan di Level III atau Siaga. Petugas meminta warga menghentikan seluruh aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Area larangan berlanjut hingga jarak 500 meter dari tepi sempadan sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Mukdas secara khusus mengimbau warga mewaspadai ancaman awan panas dan guguran lava. Potensi lahar juga mengintai di aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak Semeru.
Area rawan aliran material vulkanik meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Luapan lahar juga berpotensi menerjang secara tiba-tiba pada sungai-sungai kecil di sekitarnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar