periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa semangat nasionalisme merupakan mesin utama di balik pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Hal itu disampaikannya saat menutup sambutan dengan mengutip literatur ekonomi klasik dari Universitas Harvard.

Prabowo menekankan, pertumbuhan ekonomi modern tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri tanpa adanya stimulasi dari rasa cinta tanah air serta penjagaan terhadap aset negara.

“Karakteristik dari ekonomi modern tidak berjalan dengan sendirinya, not self-sustained. Growth, pertumbuhan, is stimulated and sustained by nationalism,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo merujuk pada buku The Spirit of Capitalism. Ia menyebut bahwa para pakar yang dianggap sebagai guru besar kapitalisme dunia pun mengakui peran vital nasionalisme dalam menjaga keberlanjutan ekonomi.

“Pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme. Ini mbahnya kapitalis, gurunya kapitalis mengajar begitu,” tutur Prabowo. Ia menekankan bahwa visi ekonomi nasionalis bukanlah hal yang kuno, melainkan prinsip dasar yang diakui dunia internasional.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkaca pada sejarah perjuangan Indonesia. Ia merasa ironis jika negara yang dibangun dari tumpah darah para pejuang justru mengabaikan semangat nasionalisme dalam mengelola kekayaan negaranya.

“Masa kita, negara pejuang yang merebut kemerdekaan dengan darah, dengan keringat, dengan air mata, masa kita tidak menjaga semangat nasionalisme kita?” tegas Presiden.