periskop.id- PT KAI menyampaikan perkembangan terkini terkait jumlah korban kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Selasa (28/4) dini hari, tercatat sebanyak 4 orang dinyatakan meninggal dunia sedangkan 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Atas kejadian itu, PT KAI menyampaikan duka mendalam. Sementara proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Adapun para korban luka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Seiring dengan penanganan di lokasi, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL menyesuaikan kondisi jalur, agar layanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan secara bertahap.
Untuk pelanggan KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir, KAI menyiapkan layanan bus guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir sebagai bagian dari pelayanan lanjutan.
Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.
Pelanggan dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Tinggalkan Komentar
Komentar