Periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyatakan tengah menyusun kajian pencegahan korupsi guna merespons proses pengadaan pada program Sekolah Rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial. 

Langkah ini merupakan bentuk pengawasan terhadap salah satu program yang masuk dalam kategori prioritas nasional.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa Direktorat Monitoring sedang melakukan kajian intensif untuk memetakan potensi titik rawan korupsi dalam pelaksanaan program tersebut. 

Budi menekankan pentingnya keterlibatan KPK agar para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan.

“Sebagai bentuk dukungan pada program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu program prioritas nasional, dalam kerangka pencegahan korupsi, saat ini KPK melalui Direktorat Monitoring sedang melakukan kajian,” ujar Budi di Jakarta sebagaimana dikutip oleh Antara pada Senin (4/5).

Ia menjelaskan bahwa kajian ini dimaksudkan agar program bejalan dengan semestinya.

“Dengan begitu, para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memastikan setiap proses berjalan secara cermat, transparan, dan akuntabel,” terang Budi

Dugaan Penggelembungan Harga Sepatu Sekolah

Kajian yang dilakukan KPK ini muncul sebagai respons terhadap isu yang berkembang di masyarakat terkait harga sepatu dalam program Sekolah Rakyat. 

Beredar kabar bahwa satu pasang sepatu dibanderol dengan harga Rp700 ribu, padahal harga aslinya dinilai hanya berada di kisaran Rp200 ribu.

KPK memandang penguatan pencegahan korupsi pada sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) sangat krusial karena tingkat kerawanannya yang tinggi. 

Berdasarkan data penindakan KPK periode 2004 hingga 2025, tercatat sebanyak 446 perkara dari total 1.782 perkara berkaitan dengan sektor pengadaan. Modus pengadaan menduduki posisi terbesar kedua setelah perkara suap atau gratifikasi yang mencatatkan 1.100 perkara.

Budi menjelaskan bahwa terdapat berbagai modus korupsi yang sering ditemui dalam kasus pengadaan barang dan jasa, seperti rencana pengadaan yang sengaja diarahkan serta tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. 

Selain itu, ia juga menyoroti adanya penyalahgunaan sistem e-purchasing serta penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dilakukan secara tidak akurat. Modus lain yang kerap muncul adalah pengaturan pemenang tender yang melibatkan pihak-pihak di dalam lingkaran kepentingan para pemangku kebijakan.

Tanggapan Menteri Sosial Terkait Proses Lelang

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, telah memberikan tanggapan terkait isu ini pada Rabu (29/4). Ia menyebutkan bahwa harga final untuk setiap pasang sepatu bisa saja lebih rendah dari angka Rp700 ribu karena adanya mekanisme pasar.

“Nanti kan ada proses lelang dan lain sebagainya. Bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada jajaran di Kementerian Sosial agar tidak melakukan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa. Ia menekankan bahwa pengawasan dilakukan oleh lembaga resmi dan masyarakat luas.

“Kerjanya diawasi. Tidak hanya oleh lembaga-lembaga resmi, tetapi juga oleh masyarakat luas. Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapa pun,” tegasnya. 

Gus Ipul juga menambahkan pernyataan tegas terkait konsekuensi pelanggaran. 

“Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” tegasnya.

Klarifikasi Pemilik Brand Sepatu Lokal Stradenine

Di tengah sorotan publik, Reynaldi Daud selaku pemilik brand sepatu lokal asal Surabaya, Stradenine, memberikan klarifikasi. 

Foto produk miliknya sempat dikaitkan dengan proyek sepatu Sekolah Rakyat yang sedang viral. Melalui akun media sosial X, @reynaldi_daud, pada Minggu (3/5), Reynaldi menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proyek tersebut.

"Foto produk yang beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu artikel kami, dengan harga Rp179.900. Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan," ungkap Reynaldi.

Reynaldi menambahkan bahwa visi Stradenine adalah menyediakan sepatu yang terjangkau bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa harga pasar produknya jauh dari angka Rp700 ribu yang ramai dibicarakan. 

"Dan semua sepatu Stradenine dapat dimiliki dengan harga dari Rp100.000-an sampai dengan Rp300.000-an per pasang," pungkasnya.