periskop.id - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak pemerintah memfokuskan persiapan penyelenggaraan puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyoroti urgensi ini lantaran lebih dari 80% jamaah calon haji asal Indonesia telah tiba di Makkah. Ia menilai mayoritas jamaah yang berusia di atas 50 tahun sangat membutuhkan perhatian khusus pada aspek kesehatan dan mobilitas.
Di Jakarta pada Sabtu (16/5), Singgih Januratmoko mengingatkan, "Pendekatan mitigatif harus menjadi prioritas utama. Kita tidak hanya memastikan kelancaran, tetapi juga keselamatan jamaah secara menyeluruh."
Singgih Januratmoko menilai langkah mitigasi pemerintah dalam menghadapi potensi kepadatan dan cuaca ekstrem di Armuzna sejauh ini sudah berada pada jalur yang tepat.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini mendorong penguatan manajemen pergerakan jamaah berbasis kloter guna menghindari penumpukan massa.
Pemerintah juga perlu mengoptimalkan layanan kesehatan preventif, pendekatan deteksi dini, dan pemanfaatan teknologi informasi di lapangan.
Ia mengungkapkan langkah positif tersebut mencakup penguatan skema transportasi dari Makkah menuju Arafah serta penyediaan tenda berpendingin yang ramah jamaah.
"Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama. Koordinasi yang solid antara petugas haji, pemerintah, dan otoritas Arab Saudi menunjukkan peningkatan kualitas layanan dari tahun ke tahun," katanya.
Singgih Januratmoko mencatat layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama fase keberangkatan telah berjalan relatif lancar tanpa gangguan berarti.
Komisi VIII DPR RI memastikan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif demi menjaga standar pelayanan haji nasional.
"Penyelenggaraan haji adalah pelayanan publik berskala global yang membutuhkan profesionalisme tinggi. Kita harus terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar jamaah mendapatkan layanan terbaik," tegasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar