periskop.id - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan mengerahkan metode slope rescue guna mengevakuasi pendaki bernama Cakra yang terperosok ke jurang Gunung Semeru, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedalaman jurang yang mencapai sekitar 375 meter dengan kondisi minim pijakan aman menjadi pertimbangan utama pemilihan metode tersebut.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menerangkan penggunaan metode slope rescue untuk mengevakuasi Cakra, pendaki yang terperosok ke jurang Gunung Semeru, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedalaman jurang mencapai 375 meter dengan pijakan minim menjadi alasan utama pemilihan teknik tersebut.
"Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap," ujar Nanang di Malang, Jumat.
Nanang menjelaskan medan sekitar lokasi jatuhnya korban sangat terjal. Jalur yang curam membuat teknik konvensional terlalu berisiko bagi petugas dan korban.
Faktor keselamatan seluruh tim gabungan menjadi prioritas utama. Pendekatan penyelamatan ini dinilai paling efisien untuk kondisi lapangan yang ekstrem.
Teknis slope rescue biasa diterapkan pada area miring. Kawasan pegunungan seperti Semeru sangat cocok menggunakan sistem pengamanan ini.
Petugas menempatkan korban telentang di atas rolling stretcher. Tandu gulung ini diikat tali khusus yang dikendalikan penuh oleh tim SAR.
Tim medis memberikan pertolongan pertama sebelum mengangkat Cakra. Langkah ini wajib dilakukan untuk meminimalkan cedera saat proses pemindahan.
Korban diduga mengalami dislokasi pergelangan kaki kanan. Cedera tersebut muncul akibat benturan saat jatuh ke dalam jurang.
"Supaya meminimalkan pergerakan dan agar tidak semakin bengkak, kaki survivor memang harus dibidai," ujarnya.
Informasi kecelakaan pendakian ini masuk pada Senin (1/6) pukul 10.00 WIB. Tim SAR segera bergerak setelah menerima laporan darurat tersebut.
Keberadaan Cakra baru terdeteksi pada Selasa (2/6). Korban sempat mengirimkan titik koordinat terakhir kepada keluarga sebelum ponselnya mati.
Ayah korban bersama warga langsung bergerak menuju lokasi. Mereka bergerak setelah berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Koramil Ampelgading.
Proses evakuasi berjalan lambat karena kendala geografis. Kontur tanah curam tanpa akses aman memaksa tim bekerja sangat hati-hati.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar