periskop.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima surat kepercayaan atau Letter of Credentials dari sejumlah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP). Acara tersebut digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6).

Agenda penyerahan surat kepercayaan itu dijadwalkan berlangsung pada siang hari ini. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sempat menyinggung rencana tersebut pada tengah pekan lalu.

Advertisement

Prasetyo menerangkan, acara penyerahan kredensial para dubes ini sengaja direncanakan dalam satu hari yang sama demi efisiensi. Ia pun menegaskan agenda tersebut berbeda dari kegiatan pelantikan pejabat negara.

"Untuk efektivitas, penyerahan surat kepercayaan oleh Dubes kita rencanakan di hari yang sama ya. Kalau forum pelantikannya kan tentu berbeda," ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026, dikutip Senin (8/6).

Mensesneg lebih lanjut merinci pemisahan dua agenda dimaksud. Ia menyebutkan, pelantikan pejabat negara dan penyerahan kredensial para duta besar sengaja dijalankan secara terpisah.

Pemisahan ini, menurut Prasetyo, dimaksudkan agar masing-masing rangkaian acara dapat berjalan lebih tertib dan terfokus. Dua kegiatan tersebut memiliki tata protokol yang berbeda satu sama lain.

Penyerahan Letter of Credentials merupakan prosedur diplomatik resmi yang menandai dimulainya tugas seorang duta besar di negara tujuan. Melalui seremonial ini, duta besar secara formal diakui kepala negara sebagai wakil resmi negaranya.

Para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh adalah perwakilan diplomatik dengan tingkat tertinggi yang ditunjuk suatu negara untuk bertugas di negara sahabat. Penyerahan kredensial kepada kepala negara menjadi syarat mutlak sebelum mereka menjalankan fungsi diplomatik secara penuh.

Prasetyo sebelumnya menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis malam, tak lama setelah agenda di kompleks Istana. Saat itu ia mengonfirmasi agenda Senin ini kepada awak media yang meliput kegiatan kepresidenan.

"Pelantikan pejabat negara dipisah dari penyerahan kredensial para duta besar negara sahabat," pungkas Prasetyo.