Periskop.id - TVS Motor Indonesia memilih bersikap selektif dalam memasarkan sepeda motor listrik di tengah semakin padatnya merek yang masuk ke segmen tersebut. Perusahaan menilai tidak semua merek yang hadir di pasar punya fondasi bisnis yang cukup untuk bertahan lama.
Country Head of Sales TVSMCI Alvin Tan menyebut, persaingan di segmen motor listrik sangat ketat. Ia menilai, banyak merek yang akhirnya "kehabisan bensin" dan tidak mampu menjaga keberlangsungan operasional mereka.
"Kalau untuk motor listrik mungkin teman-teman tahu mereknya banyak banget. Hari ini ada, mungkin bulan depan sudah enggak ada," kata Alvin di Jakarta, Rabu (8/7).
Kondisi tersebut, menurut Alvin, menjadi tantangan nyata di industri kendaraan listrik nasional. Merek-merek baru terus bermunculan, namun gugur satu per satu sebelum sempat membangun basis konsumen yang solid.
Karena itu, ia menegaskan TVS tidak sekadar berlomba menghadirkan produk baru. Prioritas utama perusahaan adalah memastikan setiap motor yang dipasarkan benar-benar bisa diandalkan konsumen untuk kebutuhan harian dalam jangka panjang.
"Kami akan memastikan produk yang diluncurkan oleh TVS itu benar-benar produk yang memang sustainable," ujarnya.
Saat ini TVS baru memiliki satu model motor listrik untuk pasar Indonesia, yakni iQube S yang dibanderol Rp29,9 juta. Pilihan untuk tidak terburu-buru memperluas lini produk sejalan dengan strategi kehati-hatian yang dipegang perusahaan.
Alvin memaparkan, keberlangsungan sebuah merek menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama di segmen kendaraan listrik yang saat ini masih terus berkembang.
Ia berharap produk TVS mampu melayani kebutuhan konsumen sehari-hari untuk jangka waktu yang panjang, bukan hanya hadir sesaat lalu menghilang dari pasaran.
"Bukannya hari ini ada, nanti bulan depan, tiga bulan sudah enggak ada lagi," tutup Alvin.
Tinggalkan Komentar
Komentar