Periskop.id - Subaru menarik kembali 541.000 unit mobil di Amerika Serikat. Penyebabnya bukan kerusakan komponen, melainkan stiker kendaraan yang salah cetak.

Dilaporkan Rabu (15/7), recall ini menyasar empat model sekaligus. Subaru Ascent produksi 2019-2026, Forester 2025-2026, Forester Hybrid 2025-2026, dan Crosstrek Hybrid 2026 masuk dalam daftar kendaraan yang terdampak.

Masalah muncul pada label sertifikasi yang mencantumkan Gross Axle Weight Rating (GAWR), yakni batas maksimal beban pada gandar belakang. Angka yang tercetak di stiker tersebut tidak sesuai dengan ketentuan sebenarnya.

Kesalahan cetak ini berpotensi membuat pemilik kendaraan membawa muatan melebihi kapasitas yang seharusnya. Kondisi tersebut dinilai bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Subaru menegaskan tidak ada masalah mekanis pada unit-unit yang terdampak recall. Pabrikan asal Jepang itu juga mengaku belum menerima laporan kecelakaan, cedera, maupun klaim garansi yang berkaitan dengan persoalan ini.

Subaru sampai saat ini belum merinci berapa angka GAWR yang salah tercetak. Nilai yang seharusnya tercantum di label juga belum diungkapkan pabrikan.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah mendapat perhatian dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat.

Sebagai solusi, Subaru tidak mewajibkan seluruh unit datang ke bengkel. Pabrikan akan mengirimkan stiker pengganti beserta panduan pemasangannya kepada pemilik kendaraan agar bisa ditempel sendiri di atas label lama.

Bagi pemilik yang tidak ingin memasangnya sendiri, Subaru tetap menyediakan layanan pemasangan gratis di dealer resmi. Opsi ini berlaku untuk seluruh unit yang masuk daftar recall.

Recall kali ini terbilang sederhana dibanding kasus penarikan kendaraan pada umumnya. Yang perlu diganti hanyalah stiker label, bukan komponen mekanis kendaraan.