Periskop.id - Pemerintah Kota Semarang menyediakan sekitar 6.000 kursi di sekolah swasta gratis untuk tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar jenjang TK, SD, hingga SMP di 133 sekolah swasta yang tersebar di Kota Semarang.

Anggaran program ini berasal dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Skema pembiayaan tersebut memungkinkan siswa dari keluarga kurang mampu mengakses sekolah swasta tanpa dibebani biaya.

Kebijakan ini disebut menjadi salah satu upaya pemerintah kota mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini kerap menghalangi sebagian anak untuk mengakses pendidikan. Program serupa juga diharapkan memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan berkualitas.

Salah satu sekolah yang menjalankan program ini adalah SMP Purnama 2 di Semarang, Jawa Tengah. Di sekolah tersebut, siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal memasuki jenjang pendidikan baru, Rabu (15/7).

MPLS jadi momen pertama para siswa mengenal lingkungan sekolah setelah dinyatakan lolos program sekolah swasta gratis. Kegiatan ini rutin digelar di awal tahun ajaran untuk memperkenalkan tata tertib, fasilitas, hingga suasana belajar kepada peserta didik baru.

Program sekolah swasta gratis ini tidak lepas dari kekhawatiran banyak keluarga menjelang tahun ajaran baru, terutama soal biaya pendidikan. Kehadiran ribuan kursi gratis di sekolah swasta menjadi jawaban atas kekhawatiran tersebut bagi keluarga dari kalangan kurang mampu.

Dukungan anggaran BOSDa membuat pemerintah kota bisa memastikan setiap anak memiliki kesempatan setara memperoleh pendidikan layak. Kondisi ekonomi keluarga diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan sekolah.

Program ini mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni TK, SD, dan SMP. Sebanyak 133 sekolah swasta di Semarang dilibatkan sebagai mitra pelaksana program ini.

Skema BOSDa selama ini digunakan pemerintah daerah untuk menopang operasional sekolah, termasuk sekolah swasta yang menjadi mitra program pemerataan akses pendidikan. Dana tersebut dialokasikan agar sekolah swasta bisa menerima siswa dari keluarga kurang mampu tanpa memungut biaya.

Dengan cakupan 6.000 kursi di 133 sekolah, program ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkot Semarang memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027.