Periskop.id – Arus wisatawan nusantara ke Jakarta melonjak signifikan pada Maret 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat sebanyak 8,62 juta perjalanan menuju ibu kota. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum libur Lebaran.

"Jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jakarta pada Maret 2026 mencapai 8,62 juta perjalanan, naik sebesar 15,54% dibandingkan Maret 2025," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Senin (5/4). 

Secara bulanan, angka tersebut juga meningkat 6,13% dari Februari 2026 yang tercatat sebanyak 8,12 juta perjalanan. Lonjakan ini menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi magnet utama wisata domestik, terutama pada periode libur panjang.

Dari sisi sebaran wilayah, Jakarta Selatan masih menjadi destinasi paling diminati dengan porsi 27,60% atau sekitar 2,37 juta perjalanan. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Timur (20,23 %), Jakarta Pusat (19,77%), dan Jakarta Barat (16,75%).

Menariknya, pertumbuhan paling tinggi justru terjadi di Kepulauan Seribu. Wilayah ini mencatat lonjakan kunjungan sebesar 175,73% secara bulanan dan 266,66% secara tahunan, menunjukkan meningkatnya minat wisata bahari di sekitar ibu kota.

Di sisi lain, pertumbuhan paling rendah terjadi di Jakarta Pusat dengan kenaikan tipis 0,22% secara bulanan dan 8,61% secara tahunan.

Mudik ke Jakarta
Lonjakan kunjungan ini, sejatinya juga didorong oleh berbagai program pemerintah daerah, salah satunya “Mudik ke Jakarta” yang dinilai sukses menarik minat masyarakat untuk berwisata di ibu kota selama periode Lebaran.

“Selama periode Idul Fitri, jumlah kunjungan masyarakat ke destinasi wisata di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kawasan Monas pada tanggal 22–24 Maret dikunjungi sebanyak 126.790 orang, Kebun Binatang Ragunan sebanyak 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung,” jelas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Tidak hanya sektor pariwisata, peningkatan mobilitas juga tercermin dari penggunaan transportasi publik. Program transportasi gratis yang digelar pada 21–22 Maret turut mendorong lonjakan jumlah penumpang.

“Hal ini menunjukkan bahwa program Mudik ke Jakarta mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” kata Pramono.

Pengguna MRT tercatat mencapai 135.117 penumpang atau naik sekitar 59% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengguna LRT mencapai 9.987 penumpang, meningkat sekitar enam persen.

Program “Mudik ke Jakarta” sendiri berlangsung hingga akhir Maret dengan melibatkan berbagai mitra, mulai dari maskapai, operator transportasi, hotel, hingga pusat perbelanjaan. Tema yang diusung, “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang”, mencerminkan strategi pemerintah dalam menjaga perputaran ekonomi meski sebagian warga mudik ke luar kota.

Secara nasional, data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan, perjalanan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 800 juta perjalanan sepanjang 2025. Angka ini menjadikan wisata domestik sebagai tulang punggung utama sektor pariwisata Indonesia.

Lonjakan kunjungan ke Jakarta pada Maret 2026 menunjukkan, ibu kota tetap menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi, terutama saat momen libur besar. Kombinasi antara program promosi, akses transportasi, dan keberagaman destinasi menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik Jakarta di mata wisatawan domestik.