Periskop.id - Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menargetkan revitalisasi menyeluruh kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, untuk mendongkrak pengeluaran wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia.

Rosan menyebutkan, rata-rata belanja wisman di tanah air saat ini masih bertengger di kisaran US$1.100 per kunjungan. Angka itu dinilainya perlu segera didorong naik melalui pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih berdaya saing.

"Average spending kita itu baru 1.100-an dolar AS lebih. Nah, bagaimana untuk meningkatkan average spending-nya juga," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia juga mengakui, daya saing pariwisata Indonesia saat ini masih tertinggal dari sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Thailand dan Singapura disebut sebagai tolok ukur yang ingin dikejar.

"Kalau kita lihat sektor pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN, kita memang masih cukup jauh dibandingkan Thailand, Singapura, dan negara lainnya," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Danantara akan merancang strategi pengembangan pariwisata yang menyasar berbagai segmen pasar. Rosan menuturkan, pendekatan tersebut memadukan wisata massal dengan segmen premium yang mengedepankan pengalaman dan kualitas layanan.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Danantara membenahi ekosistem pendukung perjalanan secara menyeluruh. Rosan menegaskan, pembenahan tidak cukup hanya menyentuh aspek pariwisata semata.

"Tidak hanya pariwisatanya sendiri, tetapi juga logistik, kenyamanan, transportasi, aksesibilitas, dan kebersihannya. Semua harus dilihat secara keseluruhan," katanya.

Kawasan GBK sendiri direncanakan bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru berbasis sport tourism berstandar internasional. Identitas GBK sebagai stadion ikonik, menurut Rosan, tetap akan dipertahankan dalam rencana pengembangan tersebut.

Meski demikian, Rosan belum membeberkan jadwal pelaksanaan maupun kebutuhan investasi untuk proyek ini. Ia menyebut, revitalisasi GBK masih berada dalam tahap pembahasan dan penyusunan desain kawasan secara menyeluruh.

"Tetap ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan dan sempurnakan sesuai standar internasional atau world-class standard," pungkas Rosan.