Periskop.id - Peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di Bandara Internasional Najaf, Irak, pada Selasa (7/7) malam. Prosesi pemakaman yang sebelumnya digelar di Iran kini resmi berlanjut di negeri jiran tersebut.

Pesawat yang mengangkut peti mati Khamenei beserta anggota keluarganya disambut langsung oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi dalam upacara penyambutan resmi.

Rangkaian prosesi selanjutnya akan membawa jenazah Khamenei ke kota Najaf, kemudian berlanjut ke kota suci Karbala. Kedua kota itu menjadi titik utama upacara pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

PM Al-Zaidi menetapkan Rabu sebagai hari libur nasional di Irak. Langkah itu diambil untuk memudahkan pengaturan prosesi pemakaman yang diperkirakan berlangsung dengan skala sangat besar.

Jutaan warga Iran disebut akan ikut serta dalam prosesi ini. Kehadiran massal tersebut mencerminkan besarnya penghormatan terhadap sosok yang memimpin Iran selama puluhan tahun.

Khamenei dinilai bukan sekadar figur politik dan keagamaan bagi Iran semata. Di Irak, ia pun dihormati sebagai teladan bagi jutaan penganut Syiah yang tersebar di negara tersebut.

Kehadiran Pezeshkian di Irak tidak hanya terbatas pada prosesi pemakaman. Presiden Iran itu dijadwalkan menggelar dialog tingkat tinggi dengan sejumlah pejabat Irak selama kunjungannya.

Pertemuan diplomatik tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Teheran dan Baghdad, yang menguat dalam bingkai kedekatan keagamaan maupun geopolitik di kawasan.

Najaf dan Karbala dipilih sebagai lokasi pemakaman karena keduanya merupakan kota paling suci bagi umat Syiah di seluruh dunia. Kedua kota itu menjadi pusat ziarah dan penghormatan keagamaan lintas negara.

Prosesi di Irak menandai babak akhir dari rangkaian upacara pemakaman Khamenei yang berlangsung lintas batas, melibatkan dua negara dengan jutaan pelayat dari berbagai penjuru.