periskop.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, lebih dari Rp18 triliun aneka tunjangan telah disalurkan kepada lebih dari 1,6 juta guru di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani menyampaikan bahwa sejak awal 2026 mekanisme penyaluran tunjangan guru berubah dari triwulanan menjadi bulanan.
“Mulai tahun 2026 penyaluran tunjangan guru dari yang tadinya dilakukan per tiga bulan, kini menjadi setiap bulan. Percepatan penyaluran ini agar dapat memberikan kepastian kepada para guru akan haknya. Bagi pemerintah, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (19/3).
Nunuk menambahkan, percepatan pemenuhan hak guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
“Kami juga berharap dengan dipenuhi haknya, para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” imbuhnya.
Data Kemendikdasmen menunjukkan, penyaluran triwulan pertama 2026 meliputi Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp18 triliun untuk sekitar 1,6 juta guru, Dana Tambahan Penghasilan (DTP) Rp14,8 miliar untuk 20 ribu guru, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) Rp641,6 miliar bagi 62 ribu guru.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari para pendidik. Yuna Aryati, guru di SMAN 4 Tebing Tinggi, Sumatera Utara, mengaku lebih tenang dengan sistem baru.
“Dengan penyaluran setiap bulan, kami tidak lagi menunggu lama seperti sebelumnya. Ini sangat membantu kami dalam mengatur kebutuhan dan membuat kami bisa lebih fokus dalam mengajar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Tarto Hadi Lukito, guru TK Negeri Pembina di Batang, Jawa Tengah.
“Kami sangat berterima kasih atas kebijakan ini. Penyaluran yang rutin setiap bulan membuat kami merasa lebih diperhatikan dan tentu saja sangat membantu dalam perencanaan keuangan keluarga,” ujarnya.
Menurut riset Bank Dunia (2023), kesejahteraan guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan kualitas pengajaran. Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan pemerataan kualitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. Dengan adanya tunjangan bulanan, pemerintah berharap dapat mengurangi beban finansial guru sekaligus meningkatkan fokus mereka pada pembelajaran.
Selain itu, laporan OECD Education at a Glance (2024) menekankan bahwa kepastian pendapatan bagi tenaga pendidik merupakan faktor penting dalam menjaga profesionalisme dan menekan angka turnover guru.
Tinggalkan Komentar
Komentar