periskop.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan jumlah pengguna superapp Bale by BTN menembus lebih dari 6 juta user pada 2026. Target tersebut akan didorong melalui pengembangan lebih dari 68 fitur baru serta enhancement layanan untuk memperkuat pengalaman nasabah.
Langkah agresif ini dilakukan seiring kinerja Bale yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Jumlah pengguna tercatat meningkat dari sekitar 1,8 juta pada 2024 menjadi lebih dari 3,6 juta pengguna di 2025, atau tumbuh sekitar 102% secara tahunan (YoY).
Dari sisi aktivitas, jumlah transaksi melonjak dari sekitar 1,2 miliar transaksi pada 2024 menjadi lebih dari 2,2 miliar transaksi di 2025, tumbuh sekitar 79% YoY. Sementara nilai transaksi meningkat dari kisaran Rp80 triliun menjadi lebih dari Rp101 triliun, atau naik sekitar 25% YoY.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan Bale by BTN menjadi bagian penting dalam transformasi perseroan, khususnya dalam memperkuat hubungan dengan nasabah.
“Bale by BTN kami kembangkan untuk memperkuat hubungan BTN dengan nasabah melalui transaksi sehari-hari, tidak hanya pada saat pembiayaan. Ini menjadi bagian dari transformasi BTN agar lebih relevan dengan kebutuhan finansial masyarakat,” ujar Nixon, dikutip Senin (30/3).
Selain mendorong transaksi, Bale juga memperkuat penghimpunan dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) retail yang dihimpun melalui Bale meningkat dari sekitar Rp17 triliun pada 2024 menjadi Rp21,63 triliun di 2025. Nasabah pengguna Bale bahkan tercatat memiliki rata-rata saldo hingga 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan non-user, menjadikannya salah satu engine utama peningkatan CASA BTN.
Senior Executive Vice President Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan ekosistem digital yang semakin luas.
“Bale by BTN kami kembangkan sebagai superapp yang menghubungkan berbagai kebutuhan nasabah, mulai dari transaksi perbankan, pembiayaan perumahan, hingga kebutuhan gaya hidup,” ujar Thomas.
Saat ini, Bale telah terintegrasi dengan berbagai layanan seperti Bale Properti, Bale Merchant, Bale Bisnis, Bale Agen, hingga Bale Community. BTN juga memperluas ekosistem tersebut melalui kehadiran Bale Wisata yang menyediakan akses tiket transportasi, destinasi wisata, serta akomodasi hotel dalam satu platform.
Melalui Bale Wisata, BTN menawarkan berbagai promo seperti potongan harga tiket wisata hingga ratusan ribu rupiah, promo tiket transportasi termasuk kereta api dan kereta cepat, hingga bundling tiket destinasi wisata dan hotel di berbagai kota.
BTN melihat sektor pariwisata domestik sebagai peluang strategis di tengah dinamika global. Sejalan dengan kampanye pemerintah seperti #DiIndonesiaAja dan #WonderfulIndonesia, Bale Wisata diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi domestik sekaligus meningkatkan engagement nasabah.
“Melalui Bale Wisata, kami tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pergerakan ekonomi domestik dengan mendorong masyarakat untuk berwisata di Indonesia,” ujar Thomas.
Ke depan, BTN juga akan memperkuat program akuisisi dan engagement, termasuk kerja sama dengan merchant dan sektor lifestyle, serta penyelenggaraan event nasional seperti Indonesia Coffee Expo 2026 melalui inisiatif Bale Ngopi.
Dengan strategi tersebut, Bale by BTN diproyeksikan tidak hanya menjadi platform transaksi, tetapi juga motor pertumbuhan dana murah, penguatan hubungan nasabah, serta pintu masuk BTN dalam ekosistem digital dan gaya hidup masyarakat Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar