periskop.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengumumkan kinerja kuartal I 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026. Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan kinerja keuangan BNI tumbuh positif dan seimbang, ditopang penguatan dana murah (CASA).
Hingga Maret 2026, CASA tumbuh 26,6% YoY menjadi Rp731,6 triliun, didorong giro yang tumbuh 39,7% YoY dan tabungan 10,4% YoY. BNI juga meningkatkan CASA market share menjadi 11,3%. Platform digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect turut mendorong pertumbuhan ini, dengan jumlah pengguna wondr melampaui 13 juta dan pertumbuhan transaksi BNIdirect di atas 16% YoY.
Penyaluran kredit tumbuh 20,1% YoY menjadi Rp919,3 triliun, menopang pertumbuhan NII sebesar 12,1% YoY dan pendapatan non-bunga 12,6%. Hal ini mendorong PPOP mencapai Rp9,3 triliun, tertinggi untuk kuartal I.
Kualitas aset juga membaik, dengan NPL di level 1,9%, Loan at Risk 8,6%, dan credit cost 1,1%. Laba bersih tercatat Rp5,6 triliun hingga kuartal I 2026. Fundamental tetap kuat dengan LDR 83,5% dan KPMM 18,5%, jauh di atas ketentuan regulator.
“Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” ujar Paolo dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).
Pencapaian ini diraih di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik, terutama perang di Timur Tengah yang mempengaruhi pergerakan harga minyak, meningkatkan inflasi, dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama.
Penguatan Permodalan
Sebagai upaya memperkuat pondasi permodalan, BNI mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. Penguatan ini meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Sejalan dengan strategi tersebut, BNI juga menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Dengan semangat empowerment, transformasi ini bertujuan meningkatkan kapabilitas jaringan hingga ke unit operasional terkecil, yakni memberdayakan kantor cabang dan cabang pembantu sebagai point of sale utama.
Transformasi ini mulai dijalankan pada kuartal IV 2025 dengan implementasi bertahap. Ditargetkan, melalui BRAVE, pertumbuhan kredit dan CASA dapat tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan, diikuti peningkatan market share serta produktivitas lebih dari 1.700 cabang BNI di seluruh Indonesia.
Sekitar enam bulan sejak dimulai, BNI mencatatkan pertumbuhan bisnis melampaui rata-rata industri, baik dari sisi kredit maupun dana pihak ketiga. Hingga Maret 2026, kredit BNI tumbuh 20,1% secara year on year, ditopang CASA yang tumbuh 26,6% secara year on year, sehingga menopang efisiensi cost of funds di tengah dinamika pasar.
BNI juga menerbitkan AT1 sebesar USD700 juta yang mengalami oversubscribe 3,6 kali, mencerminkan kepercayaan investor global. Instrumen ini dicatatkan di Singapore Exchange sebagai bagian strategi optimalisasi modal.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menegaskan komitmen keberlanjutan melalui integrasi prinsip ESG dan pembiayaan hijau. BNI telah menerbitkan Sustainability Bond Rp5 triliun pada 2025 dan Green Bond Rp5 triliun pada 2021 untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan.
“BNI berkomitmen memperluas pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” ujar David.
BNI juga mengembangkan Sustainability Linked Loan (SLL) dan green financing serta mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan kinerja keuangan BNI tumbuh positif dan seimbang, ditopang penguatan dana murah (CASA).
Hingga Maret 2026, CASA tumbuh 26,6% YoY menjadi Rp731,6 triliun, didorong giro yang tumbuh 39,7% YoY dan tabungan 10,4% YoY. BNI juga meningkatkan CASA market share menjadi 11,3%.
Tinggalkan Komentar
Komentar