periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengawal aksi korporasi besar berupa konsolidasi massal puluhan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah serta persiapan peluncuran satu Bank Umum Syariah (BUS) baru.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menargetkan pembentukan satu BUS baru hasil pemisahan (spin-off) unit usaha dapat terealisasi penuh pada tahun ini. Aksi korporasi tersebut diproyeksikan bakal memperkuat struktur industri pada Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

Advertisement

"Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah baru hasil proses spin-off," kata Dian dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan penambahan entitas baru tersebut akan memperkokoh peta persaingan pasar keuangan syariah nasional. Saat ini, industri perbankan syariah tanah air telah memiliki tiga bank skala besar yang mengisi posisi kelompok KBMI 2 dan 3.

Menurutnya, langkah penataan struktur tidak hanya menyasar level bank umum, melainkan juga menyentuh sektor BPR Syariah secara masif di berbagai daerah.

OJK tengah memproses penggabungan terhadap 21 lembaga BPR dan BPR Syariah. Dian menyebut proyek megakonsolidasi tersebut ditargetkan mengerucutkan jumlah entitas menjadi hanya 9 BPR Syariah yang baru.

Langkah penciutan jumlah entitas tersebut sengaja dilakukan agar lahir lembaga keuangan mikro syariah yang jauh lebih efisien, kokoh, dan memiliki daya saing tinggi.

Aksi korporasi ini merupakan bentuk konkret dari implementasi pilar pertama Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027. Pilar utama tersebut berfokus pada penguatan struktur dan ketahanan industri perbankan syariah nasional.

Dian menegaskan OJK akan secara konsisten mengawal jalannya seluruh tahapan konsolidasi ini bersama para pemangku kepentingan demi mewujudkan struktur industri yang sehat.