periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat 12 Desember 2025 diperkirakan masih lesu. Secara teknikal, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencermati MACD membentuk Death Cross, mengindikasikan potensi pelemahan indeks masih berlanjut.

Hal ini juga ditopang oleh Stochastic RSI yang mengarah ke bawah di area pivot serta volume jual yang relatif besar. IHSG juga ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20.

“Diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.550-8.600,” tulis riset Phintraco Sekuritas, Jumat (12/12). Beberapa saham yang menarik diperhatikan pada perdagangan hari ini, antara lain SMGR, INTP, RATU, PYFA dan PTRO.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 8,620.48 (-0.92%) pada perdagangan Kamis (11/12), setelah sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di 8,776. Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh sell on news setelah the Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 bps seperti yang diperkirakan.

“Namun perkiraan bahwa the Fed berpotensi hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun 2026, cenderung mengecewakan harapan pasar yang sebelumnya mengharapkan akan terjadi penurunan suku bunga sebanyak 2-3 kali pada tahun depan,” mengutip riset yang sama.

Sementara, memasuki periode penawaran umum IPO SUPA yang banyak diminati investor, disinyalir juga mendorong terjadinya profit taking karena investor membutuhkan likuiditas untuk ikut serta dalam IPO tersebut. 

Rupiah menguat pada level Rp16,665/usd di perdagangan Kamis (11/12), seiring dengan pelemahan indeks Dolar AS. Memanasnya bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja juga menjadi faktor negatif karena berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di Kawasan ASEAN. Selanjutnya investor akan menantikan pertemuan RDG BI pada pekan depan (17/12). 

Indeks di Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Kamis (11/12). Indeks Dow Jones dan indeks S&P500 menguat mencapai level tertinggi baru.

Namun sebaliknya Nasdaq Composite ditutup melemah akibat koreksi pada saham Oracle setelah perusahaan tersebut menaikkan prospek belanja modalnya untuk tahun fiskal 2026 dengan signifikan. Hal itu memicu keraguan tentang bagaimana perusahaan tersebut berencana untuk mengubah pengeluaran AI-nya yang besar menjadi pendapatan.

Sementara itu data initial claims meningkat menjadi 236 ribu pekan lalu, setelah pada pekan sebelumnya turun pada level terendah dalam tiga tahun. 

Investor juga masih mencerna komentar the Fed. Pernyataan Jerome Powell pada konferensi pers pasca-pertemuan lebih seimbang dan kurang agresif daripada yang diperkirakan banyak orang, meskipun menguraikan target yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga di masa mendatang dan ketergantungan pada data ekonomi.

The Fed juga akan mulai membeli obligasi pemerintah jangka pendek untuk meningkatkan likuiditas pasar. Fed akan membeli sekitar US$40 miliar surat utang pemerintah per bulan.

U.S. 10-year Bond Yield turun lebih dari 1 bps ke level 4.147%. Harga emas spot melemah  0.3% ke level US$4,216/troy oz (11/12).  Harga emas melemah terbatas karena investor mencermati hasil voting yang terpecah di Fed mengenai penurunan suku bunga 25 bps, sedangkan harga perak naik ke rekor tertinggi baru.