periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu 17 Desember 2025 diperkirakan melanjutkan penguatan. IHSG pagi ini dibuka naik 21,86 poin atau 0,25% ke level 8.708,33.
Sebanyak 331 saham menguat, 153 turun, dan 474 belum bergerak. Secara teknikal, negative slope MACD semakin melebar, namun Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross.
IHSG berhasil ditutup di atas level MA5. Sehingga diperkirakan jika IHSG mampu bertahan ditutup di atas level 8750, maka IHSG berpotensi akan melanjutkan penguatan.
“Namun jika tidak, diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 8.600-8.750,” ulas Tim Riset Phintraci Sekuritas, Rabu (17/12). Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain AMRT, BRPT, APEX, UNVR dan SMDR.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 8,686.47 atau naik 0,43% pada perdagangan Selasa (16/12). Indeks cenderung bergerak sideways dalam kisaran sempit. Investor cenderung bersikap wait and see atau melakukan trading dalam jangka pendek sebagai respon meningkatnya ketidakpastian karena banyaknya data ekonomi global yang dirilis pekan ini serta adanya pertemuan beberapa bank sentral untuk membahas kebijakan moneter masing-masing.
“Investor cenderung berhati-hati menjelang pengumuman hasil RDG BI yang akan dirilis pada Rabu (17/12). Diperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 4.75% di tengah pelemahan Rupiah,” tulis riset yang sama.
Menteri Keuangan RI memastikan tarif bea keluar untuk komoditas batu bara akan diberlakukan mulai 1 Januari 2026, dengan perkiraan tarif berkisar antara 1% hingga 5%. Hal ini diperkirakan akan berdampak terhadap penurunan marjin laba untuk emiten batu bara yang orientasi ekspor batu baranya relatif besar.
Di lain pihak, kebijakan ini berpotensi akan meningkatkan penerimaan negara. Sebelumnya untuk bea keluar emas sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan yang juga mulai berlaku 1 Januari 2026, dengan besaran tarif berkisar 7,5%-15%.
Tinggalkan Komentar
Komentar