periskop.id - Saham PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO) sempat menyita perhatian investor. Penyebabnya datang dari ramalan Samuel Sekuritas yang menetapkan target harga hingga Rp80.000 per lembar, jauh di atas harga pasar saat itu.
Merespons situasi itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) segera bergerak cepat memanggil pihak Samuel Sekuritas untuk memberikan klarifikasi.
"Kalau tidak salah, kami sudah sempat memanggil mereka (Samuel Sekuritas)," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy usai menghadiri konferensi pers di Gedung BEI, dikutip Selasa (10/2).
Menurutnya, langkah pemanggilan ini adalah bagian dari upaya menjaga integritas pasar. Irvan menambahkan, pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menentukan langkah selanjutnya yang tepat.
"Nanti akan diskusikan dulu sama OJK mau gimana," tuturnya.
Irvan menekankan, setiap riset yang diterbitkan perusahaan sekuritas sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) harus dijalankan secara mandiri sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2025 yang mewajibkan pemisahan fungsi riset dari kegiatan lain untuk mencegah benturan kepentingan.
Sebelumnya, pasar dibuat terkejut setelah Samuel Sekuritas Indonesia merilis riset yang menargetkan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) hingga Rp80.000 per lembar. Yang menjadi sorotan, Samuel Sekuritas juga bertindak sebagai lead underwriter dalam IPO saham RLCO, sehingga prediksi ini memicu pertanyaan soal independensi riset.
Target harga fantastis tersebut memicu perdebatan, karena menandakan potensi kenaikan sekitar 820% dari harga terakhir saham RLCO yang berada di kisaran Rp8.700. Padahal,saham RLCO sendiri baru saja mencatatkan debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 8 Desember 2025 dan langsung mencuri perhatian.
Sejak listing, harga saham RLCO melejit secara luar biasa. Dari level awal Rp168 saham ini melesat ke Rp8.700, atau naik 5.078%, sebelum akhirnya masuk dalam auto reject atas (ARA) pada hampir setiap sesi perdagangan harian dan terkena suspensi ketiga sejak 20 Januari 2026.
Dalam riset yang dirilis Senin, 26 Januari 2026 Samuel Sekuritas menilai potensi kenaikan saham RLCO didorong oleh prospek kinerja perseroan yang masih solid. Perusahaan diproyeksikan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2024–2027, dan bahkan berpotensi masuk perhitungan MSCI Large Cap yang sebesar Rp50,1 triliun.
Tinggalkan Komentar
Komentar