periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi memperluas jangkauan transparansi data pasar modal. Publik kini bisa mengakses informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat hingga batas minimal 1%.
Aturan keterbukaan data terbaru ini mulai berlaku efektif pada Selasa (3/3). Kebijakan tersebut mengubah drastis ketentuan lama dengan batas pelaporan kepemilikan minimal 5%.
Perluasan akses informasi ini sejalan dengan arahan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Otoritas menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026 sebagai landasan hukum utamanya.
Langkah strategis ini menegaskan komitmen penuh regulator terhadap tingkat keterbukaan dan akuntabilitas pasar modal nasional. Penerapan batas 1% ini langsung menyoroti portofolio investasi sejumlah pejabat negara.
Nama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kini muncul jelas dalam daftar kepemilikan saham. Data terbaru KSEI mencatat porsi investasi pria sapaan akrab Ara ini di beberapa perusahaan terbuka.
Maruarar tercatat menggenggam saham PT Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS). Nilai kepemilikannya pada emiten tersebut mencapai Rp737.518.000 atau setara 4,92%.

Menteri PKP ini juga menempatkan dananya pada PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO). Nilai investasinya di perusahaan ini menyentuh angka Rp117.910.500 atau sekitar 3,31%.
Portofolio saham milik menteri ini turut tersebar di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) sebesar Rp114.864.500 atau 1,91%. Ia juga memegang kepemilikan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) senilai Rp78.444.800 atau 1,10%.
Kepemilikan ragam saham perusahaan terbuka ini sangat sejalan dengan total kekayaan fantastis sang menteri. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat aset Ara mencapai Rp1.554.031.909.656 atau sekitar Rp1,55 triliun.
Instrumen surat berharga mendominasi porsi terbesar pundi-pundi kekayaan Maruarar hingga menembus Rp900.223.551.910. Ia juga melaporkan kepemilikan atas 41 bidang tanah dan bangunan senilai Rp393.261.530.000.
Aset lancar lainnya meliputi alat transportasi dan mesin sebesar Rp7.652.701.000 serta harta bergerak senilai Rp33.919.457.123. Saldo kas dan setara kas di rekeningnya menyentuh angka Rp65.555.580.924.
Menteri ini turut melaporkan rincian kepemilikan harta lainnya senilai Rp163.211.238.714. Total keseluruhan harta kotornya tercatat Rp1.563.824.059.671 dengan potongan kewajiban utang sebesar Rp9.792.150.015.
Tinggalkan Komentar
Komentar