periskop.id - Kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membuka data kepemilikan saham di atas 1% mulai mengungkap peta investor besar di pasar modal. Salah satu nama yang kembali mencuri perhatian adalah investor kawakan Lo Kheng Hong yang tercatat memiliki kepemilikan signifikan di sejumlah perusahaan terbuka.
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong diketahui memegang saham di sedikitnya 13 emiten yang tercatat di BEI. Portofolio investasi Lo terlihat tersebar di berbagai sektor industri dengan kepemilikan yang cukup signifikan di sejumlah emiten.
Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1%, investor kawakan ini memiliki porsi terbesar pada sektor properti melalui PT Intiland Development Tbk (DILD). Pada perusahaan tersebut, Lo tercatat menggenggam sekitar 6,71% saham atau setara dengan 696,03 juta lembar saham.
Selain di sektor properti, eksposur besar juga terlihat pada sektor media. Melalui PT Global Mediacom Tbk (BMTR), ia menguasai sekitar 6,44% saham dengan total kepemilikan mencapai 1,06 miliar lembar saham.
Sementara itu, pada sektor industri manufaktur, Lo Kheng Hong juga memiliki posisi kuat di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Di emiten produsen ban tersebut, ia memegang sekitar 6,02% saham atau sekitar 209,89 juta saham.
Investasi Lo juga merambah sektor perkebunan. Ia tercatat memiliki 5,03% saham di PT Salim Ivomas Pratama Tbk(SIMP) dengan jumlah sekitar 779,20 juta saham. Selain itu, ia juga mengoleksi 1,21% saham di PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang setara dengan 82,59 juta saham.
Selanjutnya, di sektor tekstil, ia menggenggam 1,02% saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau 209,33 juta saham. Sementara itu, di sektor energi dan sumber daya, Lo Kheng Hong menempatkan investasinya di PT ABM Investama Tbk (ABMM). Di perusahaan tersebut ia tercatat memiliki sekitar 5,62% saham atau sekitar 154,83 juta lembar saham.
Kemudian, di sektor ritel portofolionya mencakup PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dengan kepemilikan sekitar 2,16% saham atau setara 153,25 juta lembar saham. Sementara pada sektor pengembangan kawasan industri, ia memiliki sekitar 1,16% saham di PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) yang jumlahnya mencapai 111,86 juta saham.
Pada sektor jasa keuangan, Lo juga tercatat sebagai pemegang saham di PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)dengan kepemilikan sekitar 1,58% saham atau setara 63,14 juta saham. Selain itu, ia memiliki 1,23% saham di PT Paninvest Tbk (PNIN) dengan total sekitar 50,19 juta saham.
Tinggalkan Komentar
Komentar