periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beserta penurunan kapitalisasi pasar selama periode 9 hingga 13 Maret. Otoritas bursa melaporkan penyusutan nilai hingga volume transaksi harian saham secara signifikan.
"Perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 25,49% menjadi 31,55 miliar lembar saham dari 42,34 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, Sabtu (14/3),
IHSG tercatat turun 5,91% menempati posisi 7.137,212 pada penutupan pekan ini. Indeks acuan tersebut sebelumnya mantap bertengger di level 7.585,687.
Pelemahan indeks bergerak lurus mengikuti penyusutan total kapitalisasi pasar. Angka kapitalisasi merosot 6,96% menjadi Rp12.678 triliun dari nilai pekan sebelumnya Rp13.627 triliun.
Aktivitas transaksi pemodal di lantai bursa ikut melesu. Rata-rata frekuensi transaksi harian saham mengalami kontraksi sebesar 31,54%.
Angka frekuensi perdagangan menyusut menjadi 1,87 juta kali transaksi. Angka acuan transaksi pada pekan lalu masih mampu menyentuh 2,73 juta kali.
Penurunan aktivitas pasar juga terlihat jelas dari nilai perputaran uang. "Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian juga menyusut 31,10% menjadi Rp17,20 triliun dari Rp24,97 triliun pada pekan lalu," lanjutnya.
Pemodal asing mencetak aksi jual bersih senilai Rp117,17 miliar pada akhir perdagangan pekan ini. Total nilai jual bersih investor asing secara akumulatif mencapai Rp8,85 triliun.
Di tengah tren penurunan pasar, otoritas bursa tetap menggulirkan berbagai inisiatif literasi investasi strategis. BEI resmi memperkenalkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile, Senin (9/3).
Fitur baru ini dirancang khusus memenuhi kebutuhan pemodal terhadap akses informasi transparan. Layanan tersebut sepenuhnya berjalan selaras mengikuti prinsip investasi syariah.
BEI juga berpartisipasi memperingati Hari Perempuan Internasional melalui acara Ring The Bell for Gender Equality, Kamis (13/3). Gelaran ini menggandeng sejumlah lembaga mancanegara seperti UN Women hingga International Finance Corporation.
Forum kolaborasi ini mengusung tema Kepemimpinan Perempuan untuk Ekonomi yang Adil dan Sejahtera. Kesetaraan gender kini ditekankan bukan sekadar isu sosial melainkan keharusan bisnis bagi perusahaan modern.
"Program yang merupakan bagian dari kampanye global dan diikuti oleh sekitar 114 bursa efek di 90 negara ini menegaskan peran strategis pasar modal dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi," ucapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar