periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 10 April 2026. Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang berpotensi menentukan besaran dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
Berdasarkan pemanggilan RUPS yang disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi Busa, rapat akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB dan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System (eASY.KSEI) milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Dalam agenda rapat, BRI akan meminta persetujuan pemegang saham atas penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk keputusan terkait pembagian dividen. Sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar perseroan, keputusan mengenai alokasi laba bersih serta pembayaran dividen ditetapkan melalui RUPS.
Perseroan sebelumnya telah membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2025 pada 17 Januari 2026. Dividen interim tersebut nantinya akan diperhitungkan sebagai bagian dari total dividen yang diputuskan dalam RUPS mendatang.
Sebagai gambaran, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dikenal konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar kepada pemegang saham. Berdasarkan data historis perseroan, pada tahun buku 2024 BRI membagikan dividen final sebesar Rp208,4 per saham dengan dividend payout ratio 86%, setelah sebelumnya membagikan dividen interim Rp135 per saham.
Pada tahun buku 2023, BRI membagikan dividen final Rp235 per saham dengan payout ratio 80,04%, setelah sebelumnya menyalurkan dividen interim Rp84 per saham. Sementara pada tahun buku 2022, dividen final yang dibagikan mencapai Rp231,22 per saham dengan payout ratio 85%, setelah dividen interim sebesar Rp57 per saham.
Adapun pada tahun buku 2021, BRI membagikan dividen final Rp174,25 per saham dengan payout ratio 85%, sedangkan pada tahun buku 2020 dividen final tercatat Rp96,49 per saham dengan payout ratio 65%.
Agenda Lainnya
Selain penetapan penggunaan laba bersih, RUPS BRI juga akan membahas sejumlah agenda lain. Di antaranya persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris, penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026, serta perubahan anggaran dasar perseroan.
Rapat juga akan memuat laporan realisasi penggunaan dana obligasi berwawasan sosial berkelanjutan serta pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.
Melalui RUPS tersebut, investor pasar modal akan menantikan keputusan final mengenai besaran dividen BRI, mengingat bank pelat merah ini selama beberapa tahun terakhir dikenal konsisten memberikan dividen dengan rasio yang menarik bagi pemegang saham.
Tinggalkan Komentar
Komentar