periskop.id - PT Argo Pantes Tbk (ARGO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, seiring dengan keberhasilan transformasi bisnis strategis yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp112,3 miliar, atau tumbuh 9,1% secara tahunan.

"Transformasi bisnis strategis yang dijalankan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir terus membuahkan hasil positif, tercermin dari pertumbuhan pendapatan sebesar 9,1% secara tahunan," tulis Corporate Secretary Argo Pantes, Elizabeth Maryana, dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/4).

Tak hanya dari sisi pendapatan; peningkatan kinerja juga terlihat signifikan pada level profitabilitas. EBITDA Perseroan tercatat melonjak 27,0% menjadi Rp37,7 miliar pada 2025, dibandingkan Rp29,7 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan EBITDA yang melampaui laju pendapatan ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga efisiensi; terutama melalui pengendalian biaya operasional yang disiplin serta optimalisasi skala ekonomi.

Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari langkah ekspansi yang dilakukan Perseroan, khususnya pada sektor pergudangan. Hingga akhir 2025, total luas lahan gudang produktif yang dimiliki mencapai 170.283 meter persegi; meningkat 17,2% dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar 145.250 meter persegi.

Memasuki tahun 2026, prospek Perseroan dinilai semakin menjanjikan. Hal ini ditopang oleh keberhasilan Argo Pantes dalam menjalin kerja sama strategis dengan J&T Cargo, melalui penandatanganan perjanjian sewa gudang senilai Rp221 miliar untuk jangka waktu 10 tahun pada Februari 2026.

"Perseroan saat ini tengah berada dalam tahap negosiasi intensif dengan beberapa calon penyewa bereputasi tinggi untuk kontrak jangka panjang," ujar Elizabeth.

Elizabeth menegaskan bahwa fokus ke depan akan diarahkan pada penguatan portofolio kontrak jangka panjang guna menciptakan pendapatan yang lebih stabil dan berulang. Pertumbuhan pendapatan sebesar 9,1% menjadi Rp112,3 miliar di tahun 2025 ini selaras dengan peta jalan strategis Perseroan untuk meningkatkan tingkat hunian lahan pergudangan.

"Fokus pada kontrak jangka panjang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan di masa depan, serta memperkuat struktur arus kas Perseroan," tutup Elizabeth.