periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa minat perusahaan untuk masuk ke pasar modal lewat Initial Public Offering (IPO) masih belum kehilangan tenaga. Hingga saat ini BEI mencatat terdapat 13 calon emiten yang tengah bersiap melantai, meski sepanjang 2026 baru satu perusahaan yang benar-benar terealisasi mencatatkan sahamnya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa daftar antrean tersebut diisi oleh perusahaan dari berbagai lini bisnis. Mulai dari sektor keuangan, energi, hiburan, hingga barang konsumsi yang menunjukkan minat tidak hanya datang dari satu industri saja, melainkan cukup merata.
"Jadi, di list kita masih ada sekitar 13 perusahaan dari berbagai sektor. Itu kan yang menarik ya, ada faktor finansial, energi, entertainment, terus kemudian consumer good. Jadi, tersebar di berbagai sektor," ujarnya kepada media di Gedung BEI, Jumat (10/4).
Menurutnya, gejolak pasar global yang masih naik turun belum cukup kuat untuk menahan langkah perusahaan menuju IPO. Justru, ia melihat ketertarikan pelaku usaha terhadap pasar modal masih tetap terjaga.
"Dan saat ini, kembali lagi saya sampaikan, kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite-nya masih kelihatan," katanya.
BEI pun memasang target cukup agresif. Dari 13 perusahaan tersebut, sebagian besar diharapkan sudah bisa mencatatkan sahamnya paling lambat Juni 2026 mendatang. Hal ini didukung oleh kesiapan laporan keuangan yang umumnya sudah menggunakan periode hingga akhir tahun lalu.
"Laporan keuangan mereka menggunakan laporan keuangan sebagian besar. Mungkin 100% menggunakan laporan keuangan per Desember (2025). Sehingga nanti pencatatannya kita harapkan di bulan Juni ini. Paling lambat. Sampai dengan Juni kan mereka laporan keuangannya. Harapan kita memang pencatatannya sekitar bulan ini, maksimal bulan Juni," tambah Nyoman
Lebih jauh, Nyoman mengungkapkan mayoritas perusahaan dalam pipeline ini sebenarnya bukan pemain baru dalam proses IPO. Banyak di antaranya sudah memulai tahapan sejak tahun sebelumnya, sehingga kini tinggal menuntaskan proses akhir sebelum resmi melantai di bursa.
Dengan antrean yang masih terjaga dan minat yang belum surut, peluang pasar IPO Indonesia untuk tetap bergeliat hingga pertengahan tahun ini masih terbuka lebar.
"Saya sampaikan kemarin bahwa jumlah yang kita targetkan dan jumlah yang kita sampaikan kepada otoritas sebagai bagian dari key performance indicator kita yaitu total pencatatan efek. Di total pencatatan efek itu menyangkut semua instrumen," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar