periskop.id - Pergerakan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan 6–10 April 2026 mencerminkan lonjakan aktivitas pasar yang semakin solid dan terstruktur, ditandai oleh akselerasi signifikan pada rata-rata volume transaksi harian yang melesat 24,81% hingga menyentuh 32,28 miliar lembar saham.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI, yang naik sebesar 24,81% menjadi 32,28 miliar lembar saham dari 25,87 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," ucap Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Momentum positif ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkonfirmasi oleh penguatan lintas indikator utama: rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26% menjadi Rp17,32 triliun, frekuensi transaksi tumbuh 15,05% hingga mencapai 2,05 juta kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar turut terdongkrak 7,18% ke level Rp13.189 triliun, merefleksikan ekspansi nilai yang merata di berbagai sektor. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan melesat 6,14% ke posisi 7.458,496, mempertegas tren bullish yang kian mengakar di tengah sentimen domestik yang kondusif.

"IHSG selama sepekan juga mengalami kenaikan sebesar 6,14% dan ditutup pada level 7.458,496 dari 7.026,782 pada pekan lalu," lanjut Kautsar.

Namun demikian, secara akumulatif investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp37,14 triliun sepanjang tahun berjalan, dengan munculnya aliran beli bersih harian sebesar Rp193,87 miliar.

Seluruh capaian tersebut dikuatkan melalui rangkaian agenda strategis yang berjalan simultan, mulai dari penguatan regulasi, ekspansi instrumen pembiayaan, hingga perluasan literasi dan dampak sosial yang secara kolektif membentuk ekosistem pasar yang semakin transparan, inklusif, dan berdaya saing.

Pada Rabu (8/4), langkah reformasi transparansi kembali dipertegas lewat sosialisasi daring atas pembaruan Peraturan Nomor I-A terkait pencatatan saham dan efek ekuitas lainnya. Di hari yang sama, pasar obligasi turut bergairah dengan pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026 senilai Rp1,5 triliun oleh PT Bank Mandiri Taspen yang mengantongi peringkat tertinggi idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, serta didukung peran wali amanat oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Hingga saat ini, geliat tersebut terakumulasi dalam 48 emisi obligasi dan sukuk dari 32 emiten dengan nilai Rp52,44 triliun sepanjang 2026, sementara total keseluruhan mencapai 688 emisi dengan outstanding Rp564,69 triliun dan US$149,41 juta.

Di sisi lain, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat mencapai 190 seri dengan nilai Rp6.745,18 triliun, serta Efek Beragun Aset turut melengkapi diversifikasi instrumen pembiayaan di lantai bursa.

Memasuki Kamis (9/4), sinergi antarotoritas semakin diperkuat melalui kolaborasi BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam gelaran edukasi pasar modal terpadu di Serang. Tak hanya itu, komitmen keberlanjutan turut diwujudkan melalui pembangunan jembatan beton di Kampung Cikotak.

Puncak pekan ditandai pada Jumat (10/4) dengan pencatatan perdana saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) di Papan Pengembangan, yang berhasil menghimpun dana Rp302,40 miliar dan menjadi IPO pertama tahun ini.