periskop.id - Investor kawakan Indonesia Lo Kheng Hong kembali tercatat menambah kepemilikan sahamnya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Maret 2026, sosok yang kerap dijuluki “Warren Buffett Indonesia” itu terus memperbesar porsinya sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham utama dengan kepemilikan di atas 5%.

Sebelumnya Lo Kheng Hong mengantongi 209.898.500 lembar saham atau setara 6,023%. Kini jumlah tersebut bertambah menjadi 218.032.800 lembar saham, sehingga persentase kepemilikannya meningkat menjadi 6,257%.

Di sisi lain, komposisi pemegang saham besar lainnya relatif tidak mengalami perubahan. Denham Pte Ltd tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi 49,5%, sementara Compagnie Financiere Michelin masih mempertahankan kepemilikan sebesar 10%.

Laporan tersebut juga mencatat adanya sedikit perubahan pada struktur investor publik. Jumlah pemegang saham (SID) menurun tipis sebanyak 25 akun, dari 25.845 menjadi 25.820 hingga akhir Maret 2026. 

Sementara itu, porsi saham yang beredar di publik (free float) berada di level 33,77% atau setara 1.176.842.815 lembar saham, sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 34% atau 1.184.777.115 lembar saham. Hingga akhir periode pelaporan, perseroan juga tercatat tidak memiliki saham treasuri.

Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor beraliran value investing yang fokus mencari saham undervalued dengan fundamental kuat namun belum dihargai pasar secara wajar. Ia biasanya menambah posisi secara bertahap saat harga masih berada di bawah nilai intrinsik dan cenderung bersabar dalam jangka panjang hingga valuasi tersebut terefleksi di harga saham.

Karena rekam jejaknya yang konsisten dalam menemukan saham murah sebelum naik signifikan, setiap aksi akumulasi yang ia lakukan kerap dianggap sebagai sinyal bahwa saham tersebut masih berada di area diskon.