Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembersihan khusus badan Tugu Monumen Nasional atau Monas selama sekitar enam bulan. Perawatan ikon ibu kota itu dilakukan dengan melibatkan pakar konservasi, agar proses pembersihan tetap sesuai kaidah pelestarian bangunan bersejarah.
Kepala Unit Pengelola Kawasan atau UPK Monas Muhammad Isa Sarnuri mengatakan, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Pusat Konservasi Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dan Kementerian Kebudayaan dalam pelaksanaan pembersihan tersebut.
"Terus berkoordinasi dengan PKCB, Dinas Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan," kata Isa di Jakarta, Senin (1/6), dikutip dari Antara.
Isa menjelaskan, proses pembersihan badan Tugu Monas tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut bangunan bersejarah dan ikon nasional. Karena itu, kegiatan dikerjakan secara khusus, terukur, serta memperhatikan aspek keamanan dan konservasi.
"Kegiatan pembersihan masih berlangsung. Memang pembersihan khusus untuk Tugu, kurang lebih enam bulan," ujar Isa.
Pembersihan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menjaga Monas agar tetap representatif sebagai ruang publik, destinasi wisata, sekaligus simbol sejarah bangsa. Monas tidak hanya menjadi penanda Kota Jakarta, tetapi juga salah satu objek wisata utama yang banyak dikunjungi warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Berdasarkan data UPK Monas, jumlah pengunjung kawasan tersebut, Minggu (31/5) mencapai sekitar 14.309 orang. Dari jumlah itu, 126 orang merupakan wisatawan mancanegara yang antara lain berasal dari China, Jepang, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Italia, dan Australia. Data ini menunjukkan Monas masih menjadi salah satu magnet wisata perkotaan di Jakarta, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Tingginya kunjungan juga terlihat pada momen libur cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah/2026. Kawasan Monas dikunjungi 9.558 orang Kamis (28/6), dengan 9.356 wisatawan domestik dan 202 wisatawan mancanegara. "Wisman 202 orang," kata Isa dalam laporan tersebut.
Selain perawatan badan tugu, kawasan Monas juga memiliki jadwal pemeliharaan rutin. Pada Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, kawasan Monas ditutup untuk kegiatan perawatan fasilitas dan lingkungan. Penutupan pada hari Senin, merupakan bagian dari jadwal rutin pengelola untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan bagi pengunjung. Monas dijadwalkan kembali dibuka, Selasa, 2 Juni 2026.
Secara historis, perawatan Monas memang membutuhkan metode khusus. Pada 2014, pembersihan Tugu Monas pernah dilakukan dengan teknik air panas bertekanan tinggi untuk membersihkan debu dan kotoran akibat polusi tanpa merusak badan tugu. Pembersihan saat itu mencakup bagian cawan hingga badan tugu.
Pemerintah daerah juga pernah menekankan, penanganan Monas perlu dilakukan dengan pendekatan konservasi karena kawasan tersebut masuk kategori cagar budaya. Dengan perawatan berkala dan pembersihan yang melibatkan pakar, Pemprov DKI berharap Monas tetap terjaga sebagai ikon Jakarta yang bersih, aman, dan layak dikunjungi. Perawatan ini juga penting untuk menjaga kualitas kawasan wisata yang menjadi ruang publik bagi warga, sekaligus etalase ibu kota bagi wisatawan asing.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar