periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (21/5) cenderiung konsolidasi dalam jangka pendek. Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6200-6250 dan resistance pada 6400-6450,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Kamis (21/5).
Beberapa saham yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain PTBA, CTRA, UNVR, BBTN dan WIIM.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 6,318.50 atau turun 0,82%) pada perdagangan Rabu (20/5), setelah bergerak fluktuatif. Dalam pidatonya di DPR, Presiden antara lain menyampaikan target defisit anggaran tahun 2027 sebesar 1,8%-2,4% dari PDB.
Untuk asumsi dasar makro ekonomi dalam RAPBN 2027, di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5.8%-6.5%, inflasi 1.5%-3.5%, nilai tukar Rupiah di Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, serta suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6.5%-7.3%.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan Pemerintah akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk Pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Aturan tersebut akan dimulai dari komoditas CPO, batu bara dan paduan besi. Diperkirakan investor akan cenderung wait and see terlebih dulu menyikapi asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA tersebut.
Bersamaan dengan itu, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 bps ke level 5.25% pada RDG Mei 2026, di atas ekspektasi yang sebesar 5% (20/5). Ini merupakan kenaikan pertama sejak April 2024, sebagai upaya untuk memperkuat stabilitas Rupiah, meredam risiko inflasi, serta menjaga laju inflasi dalam kisaran target Pemerintah.
“Namun masih perlu dicermati efek kenaikan BI Rate ini terhadap pergerakan Rupiah lebih lanjut, serta perlu diwaspadai dampak negatifnya terhadap sektor properti dan perusahaan yang banyak memiliki hutang,” tulis riset yang sama.
Sementara itu pertumbuhan kredit berakselerasi menjadi 9.98% YoY di April 2026 dari 9.49% YoY di Maret 2026.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar