periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis 11 Juni 2026 berpeluang menguji level 6.000. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 5,902.38 atau naik 2,71% pada perdagangan Rabu (10/6). Semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada saham sektor transportasi sebesar 4,51%.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 3,11 poin atau 0,05% ke level 5.899,27. Namun berhasil menguat ke level 5.977,16 saat berita ditulis.
“Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar Rupiah. Di pasar spot nilai tukar Rupiah menguat 0.63% terhadap Dolar AS di level Rp17,944 per dolar AS” ulas tim riset Phintraco Sekuritas, Kamis (11/6).
Secara teknikal, IHSG bertahan di atas MA5 dan ditutup di level MA10. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot. Penyempitan histogram MACD berlanjut dan berpotensi membentuk Golden Cross.
“IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6000. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking akibat sentimen negatif dari eksternal,” tulis riset yang sama.
Beberapa saham pilihan Phintraco Sekuritas yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain INDF, PGAS, BBNI, TLKM dan ASSA.
Indeks keyakinan konsumen turun di level 120.9 pada Mei 2026 dari level 123 di April 2026. Level ini merupakan level yang terendah sejak September 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penilaian yang lebih lemah terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Selain itu, sentimen terhadap pembelian barang tahan lama, persepsi ketersediaan pekerjaan selama enam bulan terakhir dan ekspektasi pendapatan selama enam bulan ke depan mengalami penurunan. Sebaliknya ekspektasi mengenai ketersediaan pekerjaan dan aktivitas bisnis sedikit membaik.
Sementara penjualan mobil baru di Indonesia meningkat 14% YoY menjadi 69,219 unit di Mei 2026, setelah meningkat signifikan sebesar 55% YoY di April 2026. Ini merupakan pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut, meskipun ada indikasi perlambatan di tengah potensi inflasi dan kenaikan harga bensin.
Namun depresiasi Rupiah berpotensi dapat mendorong terjadinya kenaikan biaya produksi dan biaya impor. Untuk periode Januari-Mei 2026, penjualan mobil tumbuh 12.8% YoY mencapai 359,015 unit, dibandingkan periode sama tahun 2025. Gaikindo menargetkan penjualan mobil tahun ini mencapai 850 ribu unit.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar