periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat 19 Juni 2026 terpantau fluktuatif usai pengumuman terbaru MSCI. berdasarkan pantauan Periskop, IHSG turun 0,053 ke levell 6.169 saat berita ditulis.

IHSG dibuka pada level 6.161 dan sempat terkoreksi ke level 6.134 dan level tertinggi hari ini di 6.215. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 6,172.34 atau 0,78% pada perdagangan Kamis (18/6). Investor cenderung hati-hati menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI (19/6). 

Advertisement

Bersamaan dengan itu, Rupiah ditutup menguat 0.16% di level Rp17.710/US$ (18/6), setelah BI kembali menaikkan BI Rate. Secara teknikal, Stochastic RSI masih berada di area overbought, namun MACD masih membentuk histogram positif.

“IHSG masih berada di atas level MA5, MA10 dan MA20. Sehingga diperkirakan IHSG cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.100-6.250,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (19/6). Beberapa shama yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain BRPT, INKP, PTRO, RATU dan MDKA.

Asal tahu saja, MSCI Market Accessibility Review memberikan penilaian terperinci mengenai tingkat aksesibilitas pasar di setiap pasar ekuitas yang masuk dalam MSCI Index. Penilaian ini dilakukan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus masuk dan keluar modal, efisiensi kerangka kerja operasional, ketersediaan instrumen investasi, serta stabilitas kerangka kerja kelembagaan.

Untuk menilai kelima aspek tersebut, MSCI menggunakan 18 pendekatan atau indikator yang berbeda.

Dari seluruh indikator itu, Indonesia masih memerlukan perbaikan pada dua aspek, yaitu tingkat liberalisasi pasar valuta asing (foreign exchange market liberalization level) dan arus informasi (information flow).

Sesuai dengan perkiraan, RDG Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5.75% (18/6). Kenaikan BI Rate ini sebagai upaya Bank Indonesia untuk mendukung stabilisasi Rupiah dan meredam inflasi. Sehingga secara total Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps dan menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025.

Bank Indonesia masih menargetkan kisaran inflasi tahun ini pada level 1.5%-3.5% serta pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4.9%-5.7% YoY. Sementara itu tingkat pertumbuhan kredit meningkat 11.51% YoY di Mei 2026, berakselerasi dari 9.98% YoY di April 2026.

Ini merupakan pertumbuhan kredit tahunan tercepat sejak Juli 2024, yang terutama didukung oleh kredit investasi (21.95%), kredit modal kerja (8,09%) dan kredit konsumer (5,89%). Bank Indonesia masih memperkirakan pertumbuhan kredit akan tetap pada kisaran 8%-12% di tahun 2026.