Periskop.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menginstruksikan seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) menelusuri calon mahasiswa baru yang sudah dinyatakan lulus seleksi namun urung mendaftar ulang. Penelusuran itu ditujukan untuk memastikan tidak ada calon mahasiswa yang gagal melanjutkan studi akibat keterbatasan ekonomi.

Ia menegaskan, kementerian tetap menghormati calon mahasiswa yang memilih kampus atau jalur pendidikan lain. Namun, jika akar masalahnya terbukti finansial, kampus wajib mengevaluasi besaran uang kuliah tunggal (UKT) yang dibebankan kepada mereka.

"Penelusuran dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan calon mahasiswa tidak melanjutkan proses registrasi," kata Brian dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

Brian juga meminta kampus mengeksplorasi berbagai skema bantuan lain bagi mahasiswa kurang mampu. Beberapa opsi yang ia sebut meliputi beasiswa dari anggaran perguruan tinggi, dukungan dari alumni dan mitra, serta program work scholarship yang memberi mahasiswa pengalaman kerja sekaligus bantuan biaya pendidikan.

"Apabila terdapat calon mahasiswa yang tidak melanjutkan studi karena kendala ekonomi, kami ingin memastikan negara hadir memberikan solusi," tuturnya.

Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) itu kemudian mencontohkan kebijakan Universitas Mataram sebagai model yang layak diadopsi. Data kampus tersebut menunjukkan sekitar 42% mahasiswanya membayar UKT di kelompok terendah, yakni Rp500 ribu hingga Rp1 juta per semester.

Sebanyak 690 mahasiswa Universitas Mataram juga tercatat mendapat pembebasan UKT sepenuhnya. Termasuk di antaranya 13 mahasiswa dari Program Studi Kedokteran.

Pendidikan tinggi, menurut Brian, merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap kampus berkewajiban menjaga agar talenta terbaik Indonesia tetap dapat mengakses jenjang pendidikan ini, apa pun kondisi ekonominya.

Instruksi tersebut muncul setelah ribuan calon mahasiswa yang dinyatakan lolos PTN tercatat absen dari proses registrasi. Dari total 627.957 kursi yang tersedia di kampus negeri pada 2026, sebanyak 60.131 peserta lolos tidak melakukan daftar ulang.

Angka itu merupakan akumulasi dari tiga jalur penerimaan, yakni jalur prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes, dan jalur mandiri.

"Jangan sampai ada anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar, tetapi kehilangan kesempatan kuliah hanya karena persoalan biaya," kata Brian.