Periskop.id - Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan tim nasional Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026, meski situasi geopolitik memanas. Dengan pernyataan ini, artinya tidak ada rencana alternatif atau Plan B.
“Kami ingin mereka bermain, mereka akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B atau C atau D, rencana A adalah satu-satunya rencana,” kata Infantino dikutip dari ESPN, Rabu (1/4).
Infantino menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan skuad Iran dan pejabat federasi sepak bola Iran di Antalya, Turki, di sela-sela laga persahabatan melawan Kosta Rika, menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni itu.
Ia juga menegaskan, FIFA akan terus mendukung persiapan tim Iran agar dapat tampil dalam kondisi terbaik di ajang tersebut. “FIFA akan terus mendukung tim untuk memastikan kondisi terbaik saat mereka bersiap menuju Piala Dunia,” tulis Infantino dalam unggahan Instagram.
Seperti diketahui, situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel kontra Iran, sempat memunculkan keraguan terkait partisipasi salah satu tim sepak bola terkuat di Asia tersebut.
Iran dijadwalkan memainkan dua laga fase grup di Inglewood, California, serta satu pertandingan di Seattle, AS. Sebelumnya, otoritas Iran sempat mengusulkan pemindahan pertandingan ke Meksiko dengan alasan keamanan.
Namun, Infantino kembali menegaskan, tidak ada perubahan jadwal yang akan dilakukan sesuai hasil undian resmi turnamen. Di tengah situasi tersebut, tim Iran tetap menjalani persiapan dengan menggelar laga uji coba, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Kosta Rika dalam pertandingan tanpa penonton.
Dalam laga tersebut, pemain dan ofisial Iran juga menunjukkan solidaritas terhadap korban konflik dengan membawa simbol-simbol penghormatan, termasuk foto anak-anak yang menjadi korban serangan udara.
Iran merupakan salah satu kekuatan sepak bola di Asia dan dipandang memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur, setelah berada satu grup dengan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Tinggalkan Komentar
Komentar