Periskop.id - Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana meresmikan pabrik crude palm oil (CPO) berbasis koperasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis sawit koperasi yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memaparkan, pabrik tersebut ditopang perkebunan sawit seluas 3.100 hektare dengan kapasitas produksi 60 ton per jam. Proyek ini digarap bersama PT Agrinas Palma Nusantara dan akan dijadikan percontohan pengembangan bisnis sawit koperasi di berbagai daerah.
"Ini akan diikuti dengan piloting di tempat-tempat yang lain lagi bersama PT Agrinas Palma Nusantara, dan akan bisa menjadi model yang dikembangkan di tempat-tempat lain," ujar Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (3/7).
Ferry menguraikan, pembangunan pabrik CPO itu bukan berdiri sendiri, melainkan disertai pengembangan sisi hulu berupa perkebunan sawit milik koperasi. Tujuannya agar koperasi memiliki pasokan bahan baku sendiri dan tidak perlu lagi mengandalkan CPO dari pabrik-pabrik milik pihak lain.
"Kami juga mulai bangun proses di hulunya, kebun dan pabrik CPO-nya. Jadi kalau pun kami harus bikin minyak goreng, sumber bahan bakunya dari yang punya kita sendiri, jadi kita tidak tergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya," jelasnya.
Skema terintegrasi ini dinilai krusial untuk menjamin kemandirian koperasi dalam rantai pasok sawit nasional. Dengan menguasai kebun sekaligus fasilitas pengolahan CPO, koperasi disebut Ferry tidak akan lagi rentan terhadap fluktuasi pasokan dari pihak eksternal.
Bila rantai produksi itu telah berjalan penuh, Ferry menyebut minyak goreng yang dihasilkan akan dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia. Jalur distribusi ini diharapkan memperlancar akses masyarakat terhadap minyak goreng produksi koperasi.
"Kalau nanti hasil produksinya bisa sampai ke minyak goreng, kita bisa punya minyak goreng versi koperasi yang akan kita jual juga nanti di Koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, pokoknya yakin lah koperasi bisa," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar