Periskop.id - Maroko kembali menunjukkan mental besar di panggung Piala Dunia. Singa Atlas memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2, usai kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko.
Kemenangan ini terasa dramatis karena Maroko sempat berada di ambang kekalahan. Belanda unggul lebih dulu lewat Cody Gakpo pada menit ke-72, tetapi Issa Diop menyamakan kedudukan pada menit 90+1 dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu hingga adu penalti. Reuters mencatat Ismael Saibari menjadi penendang penentu setelah Yassine Bounou menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville.
Gakpo Cetak Gol Emosional, Belanda Sempat di Atas Angin
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Belanda berusaha menguasai tempo lewat Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong di lini tengah, sementara Maroko tampil agresif dengan pressing rapat dan duel fisik yang membuat Oranje tidak mudah masuk ke area berbahaya. Intensitas tinggi sudah terlihat sejak sepak mula, terutama dalam perebutan bola di lini tengah.
Meski Belanda lebih sering memegang bola, Maroko justru beberapa kali menciptakan ancaman lebih jelas. Neil El Aynaoui sempat menguji Bart Verbruggen lewat sundulan dari situasi sepak pojok. Achraf Hakimi juga menjadi sumber bahaya dari sisi kanan dengan tusukan dan tembakan jarak jauh yang memaksa pertahanan Belanda bekerja keras. Opta Analyst mencatat Maroko lebih berbahaya secara kualitas peluang dengan 11 tembakan, lima peluang besar, dan 1,4 expected goals, sementara Belanda hanya membuat enam tembakan dengan 0,23 expected goals sepanjang 120 menit.
Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-72. Wout Weghorst, yang baru masuk sebagai pengganti, memenangkan duel udara dan membuka ruang bagi Crysencio Summerville. Summerville kemudian mengirim umpan matang kepada Cody Gakpo, yang menuntaskannya menjadi gol pembuka. Gol itu terasa emosional karena Gakpo tampil hanya beberapa hari setelah kabar duka terkait kehilangan calon anaknya.
Maroko Menolak Menyerah
Saat Belanda tampak tinggal menunggu peluit panjang, Maroko menemukan jalan kembali. Chemsdine Talbi mengirim umpan silang dari sisi kiri, lalu Issa Diop menyambar bola dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1 pada menit pertama masa injury time. Gol ini meruntuhkan kemenangan yang sudah berada di depan mata Oranje.
Gol Diop juga memperlihatkan masalah yang sebenarnya sudah dikhawatirkan Ronald Koeman sebelum laga. Sebelumnya, setelah Belanda menjuarai Grup F, Koeman sempat mengatakan, “Saya tidak yakin apakah kami favorit dalam pertandingan melawan Maroko,” serunya.
Ia juga menambahkan, “Kami harus bersiap menghadapi Maroko karena itu akan menjadi pertandingan besar. Mereka tim bagus dengan banyak kualitas dan bisa mencetak gol dengan mudah,” tuturnya.
Kekhawatiran Koeman terbukti. Belanda memang sempat unggul, tetapi gagal mengunci pertandingan. Maroko terus menjaga tekanan, sementara Oranje terlihat semakin hati-hati setelah kebobolan. Pada babak tambahan waktu, Verbruggen masih harus melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Soufiane Rahimi dari jarak dekat.
Adu Penalti Jadi Panggung Bounou
Drama mencapai puncaknya pada adu penalti. Teun Koopmeiners membuka eksekusi Belanda dengan sempurna, sementara Neil El Aynaoui gagal setelah tendangannya membentur mistar. Namun, keunggulan awal Belanda tidak bertahan lama.
Justin Kluivert gagal menuntaskan penalti kedua Belanda, lalu Soufiane Rahimi membawa Maroko menyamakan kedudukan. Wout Weghorst dan Chemsdine Talbi sama-sama sukses sebagai penendang ketiga. Setelah itu, Quinten Timber melebar untuk Belanda, sementara Achraf Hakimi juga gagal karena bola mengenai tiang.
Momen krusial datang ketika Crysencio Summerville maju sebagai eksekutor kelima Belanda. Bounou membaca arah bola dan menepisnya dengan satu tangan. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Ismael Saibari, yang mengeksekusi penalti penentu untuk memastikan Maroko menang 3-2.
Tercatat, tiga penendang Belanda, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Summerville, gagal menjalankan tugasnya. Dari kubu Maroko, hanya El Aynaoui dan Hakimi yang gagal.
Maroko Kembali Buktikan Diri di Adu Penalti
Kemenangan ini memperpanjang reputasi Maroko sebagai tim yang tangguh ketika laga harus ditentukan dari titik putih. Opta Analyst mencatat Maroko kini memenangi dua adu penalti mereka di Piala Dunia. Sebelumnya, Singa Atlas juga menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Noussair Mazraoui menyebut kemenangan atas Belanda sebagai bukti penting bahwa Maroko pantas dihitung sebagai kekuatan besar. "Cara kami berhasil menang hari ini adalah pengakuan besar bagi kami sebagai tim nasional, tentu saja," kata Mazraoui seusai pertandingan, sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.
Mazraoui juga menilai Belanda bukan lawan sembarangan. "(Belanda adalah) salah satu lawan terbaik yang bisa Anda hadapi di dunia. Ini adalah tim peringkat 10 besar dunia, saya pikir kandidat untuk memenangkan Piala Dunia," katanya.
Belanda Tersingkir, Maroko Tantang Kanada
Bagi Belanda, kekalahan ini menjadi pukulan besar. Oranje datang sebagai juara Grup F dengan catatan tujuh poin dan produktivitas tinggi di fase grup. Namun, ketajaman itu tidak banyak terlihat ketika menghadapi blok pertahanan Maroko.
Belanda sejatinya menjadi salah satu tim produktif pada fase grup setelah mencetak 10 gol, tetapi Koeman juga mengakui masih ada pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Bagi Maroko, hasil ini mempertegas status mereka sebagai tim yang semakin matang setelah pencapaian semifinal Piala Dunia 2022. Mereka bukan hanya mengandalkan semangat, tetapi juga organisasi permainan, kedisiplinan, kualitas individu, dan pengalaman menghadapi tekanan besar.
Maroko selanjutnya akan menghadapi Kanada pada babak 16 besar. Reuters dan Houston Chronicle melaporkan duel Kanada vs Maroko dijadwalkan berlangsung di Houston pada 4 Juli waktu setempat. Kanada lebih dulu lolos setelah mengalahkan Afrika Selatan 1-0, sementara Maroko datang dengan modal kemenangan dramatis atas salah satu raksasa Eropa.
Susunan Pemain
Belanda menurunkan Bart Verbruggen sebagai kiper, dengan Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Nathan Ake, Jan Paul van Hecke, dan Micky van de Ven di lini belakang. Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong mengisi lini tengah, sementara Cody Gakpo, Brian Brobbey, dan Crysencio Summerville menjadi trio depan.
Maroko bermain dengan Yassine Bounou di bawah mistar. Lini belakang diisi Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Issa Diop, dan Chadi Riad. Di tengah, Maroko mengandalkan Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, Neil El Aynaoui, serta Brahim Diaz.
Tinggalkan Komentar
Komentar