Periskop.id – Pertandingan yang semula dianggap sebagai laga pelipur lara justru berubah menjadi pesta gol. Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Florida, Sabtu (18/7) waktu setempat atau Minggu (19/7) pagi WIB.
Bukayo Saka menjadi tokoh utama kemenangan Inggris dengan mencetak tiga gol. Tiga gol lainnya disumbangkan Declan Rice, Ezri Konsa, dan Jude Bellingham. Sementara itu, Prancis membalas lewat dua gol Kylian Mbappe serta masing-masing satu gol dari Bradley Barcola dan Ousmane Dembele.
Hasil tersebut membawa Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia untuk pertama kalinya. The Three Lions sebelumnya dua kali menjalani pertandingan serupa, tetapi harus finis keempat pada edisi 1990 dan 2018. Pencapaian di Amerika Utara sekaligus menjadi hasil terbaik Inggris sejak menjuarai Piala Dunia 1966.
Inggris Mengamuk pada Babak Pertama
Inggris hanya membutuhkan tiga menit untuk membuka keunggulan. Declan Rice merebut bola dari kesalahan umpan Désiré Doué, membawanya mendekati kotak penalti, kemudian melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Mike Maignan.
Tekanan Inggris berlanjut pada menit ke-18. Ezri Konsa memenangi duel udara saat menyambut sepak pojok Rice dan mengarahkan sundulannya ke gawang Prancis untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Saka sempat mencetak gol yang dibatalkan karena offside. Namun, pemain Arsenal itu akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37 setelah memanfaatkan kekacauan di pertahanan Prancis dalam sebuah serangan balik.
Menjelang turun minum, Saka kembali lolos dari penjagaan pemain belakang Les Bleus. Ia menerima umpan Eberechi Eze sebelum menaklukkan Maignan untuk membawa Inggris menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0.
Mbappe Pimpin Kebangkitan Prancis
Prancis melakukan empat pergantian pemain saat jeda, termasuk memasukkan Ousmane Dembele dan Bradley Barcola. Perubahan itu membuat serangan pasukan Didier Deschamps jauh lebih agresif.
Mbappe memperkecil ketertinggalan pada menit ke-48 setelah menyelesaikan umpan terobosan Michael Olise. Barcola kemudian menambah gol kedua Prancis enam menit berselang.
Les Bleus semakin mendekat ketika Mbappe mencetak gol keduanya pada menit ke-66. Kerja samanya dengan Olise membuat skor berubah menjadi 4-3 dan menempatkan Inggris dalam tekanan besar.
Namun, kebangkitan Prancis terhenti pada pengujung pertandingan. Inggris memperoleh penalti setelah Djed Spence dijatuhkan di kotak terlarang. Saka menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-87 sekaligus melengkapi hattrick.
Dembele kembali memperkecil skor pada menit ke-90+6. Dua menit kemudian, Bellingham menuntaskan serangan balik untuk memastikan kemenangan Inggris 6-4.
Laga yang Tidak Diinginkan Berubah Jadi Drama 10 Gol
Sebelum pertandingan, Pelatih Inggris Thomas Tuchel sempat menyatakan, para pemain kedua tim tidak antusias menjalani laga perebutan tempat ketiga setelah gagal mencapai final.
“Tidak ada pemain kami atau pun pemain Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini. Semua orang kan ingin memenangi Piala Dunia, tapi ya beginilah,” kata Tuchel.
Kenyataan di lapangan justru berbeda. Kedua tim menghasilkan 10 gol dan menciptakan pertandingan perebutan tempat ketiga dengan skor tertinggi dalam sejarah Piala Dunia. Rekor sebelumnya tercipta saat Prancis mengalahkan Jerman Barat 6-3 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958.
Kemenangan tersebut juga menjadi respons Inggris setelah dikalahkan Argentina 1-2 pada semifinal. Prancis sebelumnya gagal menembus partai puncak setelah takluk 0-2 dari Spanyol.
Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia
Kekalahan Prancis tetap diwarnai pencapaian besar Mbappe. Dua gol ke gawang Inggris membuat kapten Les Bleus mengoleksi 10 gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Jumlah tersebut menempatkan Mbappe di puncak sementara daftar pencetak gol turnamen, unggul dua gol atas Lionel Messi sebelum Argentina menghadapi Spanyol dalam pertandingan final. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak dua digit gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak Gerd Müller pada 1970.
Secara keseluruhan, Mbappe kini membukukan 22 gol dalam tiga edisi Piala Dunia. Catatan tersebut membawanya melewati para pemain lain dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Michael Olise juga menutup turnamen dengan catatan tujuh assist. FIFA mencatat pemain Bayern München itu telah memiliki lima assist sebelum laga melawan Inggris. Dua umpan golnya untuk Mbappe membuat Olise melewati rekor enam assist dalam satu edisi yang sebelumnya dicatat Pele.
Bagi Prancis, pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga terakhir Didier Deschamps setelah sekitar 14 tahun menangani Les Bleus. Ia mengakhiri masa kepelatihannya dengan satu gelar Piala Dunia pada 2018 serta posisi runner-up pada 2022.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar