Periskop.id – Piala Dunia 2026 menyisakan empat negara yang pernah mengangkat trofi: Prancis, Spanyol, Inggris, dan juara bertahan Argentina. Komposisi itu memastikan turnamen edisi ke-23 tidak melahirkan juara baru, tetapi membuka empat kemungkinan final dengan cerita besar—mulai dari ulangan final Qatar 2022 hingga kesempatan Inggris membalas kekalahan di EURO 2024.

Prancis akan menghadapi Spanyol pada semifinal pertama di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB. Sehari kemudian pada waktu yang sama, Inggris menantang Argentina di Atlanta Stadium. Para pemenang akan bertemu pada final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB atau 19 Juli waktu setempat.

Empat tim tersebut memiliki total tujuh gelar dunia. Argentina menjadi yang tersukses dengan tiga trofi, disusul Prancis dua gelar, sedangkan Inggris dan Spanyol masing-masing satu kali menjadi juara.

Prancis vs Inggris: Final Pertama dan Kesempatan Balas Dendam

Skenario pertama akan terwujud apabila Prancis menyingkirkan Spanyol dan Inggris mengalahkan Argentina. Duel itu menjadi final Piala Dunia pertama yang mempertemukan dua negara yang dipisahkan Selat Inggris tersebut.

Bagi Inggris, laga ini menawarkan kesempatan membalas kekalahan pada perempat final Piala Dunia 2022. Ketika itu, Prancis menang 2-1 dan menghentikan perjalanan Harry Kane dan kawan-kawan menuju semifinal.

The Three Lions juga berpeluang mengakhiri penantian 60 tahun sejak meraih gelar satu-satunya pada 1966. Inggris baru sekali tampil di final Piala Dunia, yakni ketika mengalahkan Jerman Barat 4-2 melalui perpanjangan waktu di Wembley.

Di sisi lain, Prancis memburu penampilan pada final ketiga secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022. Jika berhasil, Les Bleus akan menyamai pencapaian Jerman Barat pada 1982–1990 dan Brasil pada 1994–2002 yang tiga kali berturut-turut mencapai final.

Prancis vs Argentina: Ulangan Final Dramatis di Qatar

Dari empat skenario yang tersedia, Prancis melawan Argentina kemungkinan menjadi partai paling sarat emosi. Keduanya dapat kembali bertemu hanya tiga setengah tahun setelah menyajikan salah satu final paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia.

Pada final Qatar 2022, Argentina dan Prancis bermain imbang 3-3 hingga perpanjangan waktu. Albiceleste akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti dan mengangkat trofi ketiganya. Empat tahun sebelumnya, Prancis menyingkirkan Argentina dengan skor 4-3 pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Pertemuan di New Jersey karena itu dapat menjadi penentu dalam rangkaian tiga duel fase gugur kedua negara.

Laga tersebut juga berpotensi mempertemukan dua pencetak gol terbanyak sementara turnamen. Kylian Mbappe dan Lionel Messi sama-sama telah mengoleksi delapan gol menjelang semifinal. Mbappe juga mencatatkan tiga assist, sementara Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina pada penampilan Piala Dunia keenamnya.

Kemenangan akan memberi Prancis gelar dunia ketiga. Sementara itu, Argentina berpeluang meraih trofi keempat sekaligus menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Spanyol vs Inggris: Ulangan Final EURO 2024

Skenario ketiga menghadirkan kesempatan balas dendam lain bagi Inggris. Jika Spanyol dan Three Lions memenangi semifinal masing-masing, final Piala Dunia 2026 akan menjadi ulangan partai puncak EURO 2024.

Dalam pertandingan di Berlin dua tahun lalu, Spanyol mengalahkan Inggris 2-1 melalui gol Nico Williams dan Mikel Oyarzabal. Cole Palmer mencetak satu-satunya gol Inggris. Hasil tersebut membuat Spanyol menjadi juara Eropa, sedangkan Inggris harus menerima kekalahan pada final EURO untuk kedua kalinya secara beruntun.

Kedua tim sama-sama baru sekali mencapai final Piala Dunia dan selalu menjadi juara ketika berhasil menembus partai puncak. Inggris mengangkat trofi pada 1966, sedangkan Spanyol meraih gelar pertamanya di Afrika Selatan pada 2010.

Pertemuan keduanya di Piala Dunia juga tergolong langka. Spanyol menang 1-0 pada fase grup 1950, kemudian kedua negara bermain imbang tanpa gol pada putaran kedua Piala Dunia 1982. Final di New Jersey akan menjadi pertemuan pertama mereka di turnamen ini dalam 44 tahun.

Spanyol vs Argentina: Juara Eropa Menantang Juara Dunia

Skenario terakhir mempertemukan juara bertahan Eropa dengan juara bertahan dunia. FIFA mencatat duel Spanyol kontra Argentina berpotensi menjadi final Piala Dunia pertama yang secara langsung mempertemukan pemegang gelar dari dua turnamen tersebut.

Pertemuan itu juga akan menjadi duel Piala Dunia pertama kedua negara sejak 1966. Pada pertandingan fase grup di Inggris tersebut, Argentina menang 2-1 atas Spanyol.

Daya tarik lainnya terletak pada kemungkinan benturan dua generasi. Lionel Messi, yang berusia 39 tahun, dapat berhadapan dengan Lamine Yamal sebagai salah satu wajah generasi baru Spanyol. Argentina memburu gelar keempat, sedangkan Spanyol berusaha menambahkan bintang kedua setelah keberhasilan pada 2010.

Messi sendiri mengakui semifinal melawan Inggris memiliki arti khusus karena menjadi pertemuan pertamanya dengan Three Lions sepanjang karier internasional.

"Sejujurnya, ini terasa sangat spesial," ujar Messi dalam pemberitaan ANTARA yang mengutip FIFA.

Empat Tim Membawa Kekuatan Berbeda

Prancis datang ke semifinal dengan catatan paling meyakinkan. Tim asuhan Didier Deschamps memenangi enam pertandingan, mencetak 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta mencatat tiga clean sheet pada fase gugur. Mbappe dan Ousmane Dembele menghasilkan 13 gol untuk Les Bleus.

Spanyol memiliki pertahanan paling rapat. La Roja baru kebobolan satu gol dalam enam pertandingan, yakni ketika menundukkan Belgia 2-1 pada perempat final. Tim asuhan Luis de la Fuente juga memenangi lima laga berturut-turut setelah ditahan Tanjung Verde tanpa gol pada pertandingan pembuka.

Sedangkan Inggris mengandalkan produktivitas Jude Bellingham dan Harry Kane yang masing-masing telah mencetak enam gol. Namun, Three Lions harus memperbaiki konsistensi setelah kebobolan enam kali dan membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Norwegia 2-1 pada perempat final.

Argentina menjadi tim paling produktif di antara empat semifinalis dengan 17 gol. Akan tetapi, sang juara bertahan telah kebobolan lima kali dalam tiga pertandingan fase gugur dan dua kali membutuhkan perpanjangan waktu.

Tekanan menjelang semifinal juga mulai terasa. Bek Prancis Ibrahima Konate menegaskan timnya menghormati Spanyol, tetapi tidak akan memasuki pertandingan dengan rasa takut.

"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami," kata Konate.

Dari kubu Argentina, Julian Alvarez mengingatkan, reputasi besar dan catatan sejarah tidak menjamin tiket menuju New Jersey.

"Semifinal Piala Dunia akan selalu menjadi pertandingan yang sulit," kata Alvarez.

Apa pun pasangan yang akhirnya tampil, final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua mantan juara. Prancis mengejar dinasti baru, Argentina memburu keberhasilan mempertahankan gelar, sementara Spanyol dan Inggris sama-sama mengincar bintang kedua.

Judul SEO: Empat Potensi Final Piala Dunia 2026: Argentina, Prancis, Spanyol, Inggris

Slug: empat-potensi-final-piala-dunia-2026

Meta description: Empat potensi final Piala Dunia 2026 menghadirkan ulangan Qatar 2022, final EURO 2024, serta duel juara dunia dan juara Eropa.

Kata kunci SEO: final Piala Dunia 2026, semifinal Piala Dunia 2026, Argentina, Prancis, Spanyol, Inggris, jadwal final Piala Dunia

Excerpt: Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina membuka empat kemungkinan final Piala Dunia 2026 yang dipenuhi sejarah, rivalitas, dan misi balas dendam.