periskop.id - Roblox kembali bisa diakses oleh pengguna di seluruh Rusia. Platform gim online itu dinyatakan telah memenuhi persyaratan hukum Rusia terkait keselamatan pengguna.

Kementerian Pengembangan Digital Rusia mengumumkan pencabutan pembatasan tersebut pada Rabu (10/6). Kementerian menyebutkan, sebelum keputusan itu diambil, pihaknya telah menggelar konsultasi langsung dengan pemilik Roblox perihal perlindungan pengguna di bawah umur.

Advertisement

Dari serangkaian konsultasi itu, Roblox menerapkan sejumlah langkah tambahan untuk memperketat keamanan anak-anak di platformnya. Salah satu mekanisme yang diberlakukan adalah pembatasan akses ke gim berdasarkan kelompok usia pengguna.

Mekanisme berbasis usia tersebut dirancang agar konten yang dapat dijangkau anak-anak sesuai dengan batasan umur mereka. Kementerian menilai langkah itu memenuhi standar perlindungan yang diharuskan regulasi setempat.

Roblox juga berkomitmen meneruskan upaya pemberantasan konten yang tidak diinginkan di platformnya, menurut keterangan kementerian.

Dengan terpenuhinya sejumlah persyaratan itu, akses ke Roblox resmi dibuka kembali bagi pengguna di seluruh penjuru Rusia.

Sebelumnya, Roblox dibatasi sejak 3 Desember tahun lalu. Pembatasan itu dijatuhkan oleh Roskomnadzor, badan pengawas telekomunikasi Rusia.

Roskomnadzor menilai platform tersebut memuat konten tidak pantas yang berpotensi memberi dampak negatif terhadap perkembangan anak-anak. Kekhawatiran utama badan itu menyasar aspek spiritual dan moral para pengguna muda.

Pemblokiran Roblox merupakan bagian dari upaya lebih luas otoritas Rusia dalam mengawasi platform digital asing. Regulasi keselamatan pengguna di negara itu mewajibkan platform untuk mematuhi sejumlah ketentuan, terutama yang menyangkut perlindungan anak.

Roblox kini bergabung dengan sejumlah platform yang berhasil mencabut status pembatasan setelah menyesuaikan layanannya dengan ketentuan hukum Rusia. Kepatuhan terhadap regulasi tersebut menjadi syarat mutlak agar platform bisa beroperasi kembali di pasar Rusia.