Periskop.id – Berakhirnya hubungan tidak otomatis menutup akses digital yang pernah dibagikan kepada pasangan. Akun media sosial, penyimpanan awan, langganan keluarga, metode pembayaran, lokasi, hingga perangkat rumah pintar dapat tetap terhubung apabila tidak diputus secara manual.
Kaspersky mengingatkan kondisi tersebut dapat memunculkan situasi tidak nyaman, pelacakan tanpa persetujuan, pengambilalihan akun, bahkan risiko kerugian finansial. Pemeriksaan keamanan digital tetap disarankan meskipun hubungan berakhir secara baik-baik.
Salah satu kasus yang dibagikan konsultan hubungan Susan Winter menunjukkan bagaimana akses yang terlihat sepele dapat disalahgunakan. Seorang mantan pasangan masih memiliki akses ke akun reservasi restoran OpenTable, lalu mengamati tujuan, waktu, dan jumlah orang dalam setiap pemesanan untuk mencari tahu apakah mantan kekasihnya telah memiliki pasangan baru.
Keluar dari Semua Perangkat yang Tidak Dikenal
Langkah pertama adalah memeriksa sesi aktif pada akun email, media sosial, aplikasi perpesanan, marketplace, layanan transportasi, hingga platform pekerjaan. Pengguna perlu keluar dari perangkat yang bukan miliknya atau sudah tidak lagi digunakan.
Pada akun Google, daftar perangkat yang masih terhubung dapat diperiksa melalui menu keamanan. Pengguna bisa memilih perangkat tertentu dan mengeluarkannya dari akun tanpa harus memegang perangkat tersebut.
Setelah itu, ubah kata sandi akun penting, terutama apabila mantan pasangan pernah mengetahuinya. Hindari menggunakan nama pasangan, tanggal jadian, ulang tahun, atau kombinasi yang mudah ditebak.
Kata sandi yang sama juga sebaiknya tidak digunakan pada beberapa layanan. Kebocoran satu akun dapat membuka jalan untuk mengakses akun lain apabila seluruhnya memakai kredensial serupa.
Periksa Autentikasi Dua Faktor
Mengganti kata sandi belum cukup apabila perangkat mantan pasangan masih tercatat sebagai perangkat tepercaya atau penerima kode verifikasi.
Nomor telepon, alamat email pemulihan, pertanyaan keamanan, aplikasi autentikator, dan perangkat penerima notifikasi masuk harus diperiksa ulang. Pastikan seluruh kode autentikasi dua faktor hanya dikirim ke perangkat yang berada dalam kendali pribadi.
Pengguna iPhone dengan iOS 16 atau versi lebih baru dapat memakai fitur Safety Check. Fitur tersebut dapat menghentikan pembagian informasi dengan orang dan aplikasi, memeriksa perangkat yang terhubung, meninjau nomor verifikasi, serta memperbarui keamanan Apple Account.
Pisahkan Akun Apple dan Google Bersama
Pasangan kerap berbagi akun Apple atau Google untuk menyimpan foto, dokumen, kalender, kontak, dan cadangan perangkat. Setelah hubungan berakhir, akses bersama tersebut perlu dipisahkan.
Periksa Family Sharing, Google Family, album foto bersama, kalender, penyimpanan cloud, dan fitur pencadangan otomatis. Foto atau dokumen yang baru diunggah dapat tetap terlihat oleh mantan pasangan apabila album atau folder bersama belum ditutup.
Riwayat lokasi juga perlu diperiksa. Hentikan pembagian lokasi melalui Find My, Google Maps, aplikasi keluarga, layanan kebugaran, dan aplikasi lain yang pernah digunakan untuk saling memantau perjalanan.
Putus Langganan dan Metode Pembayaran
Langganan layanan streaming, penyimpanan cloud, gim, aplikasi kebugaran, dan paket keluarga perlu ditinjau satu per satu. Pengguna dapat keluar dari paket bersama atau membuat akun baru dengan alamat email dan metode pembayaran pribadi.
Kartu debit atau kredit mantan pasangan yang tersimpan dalam akun marketplace, layanan pesan antar, dan aplikasi transportasi harus dihapus. Hal yang sama berlaku apabila kartu pribadi masih tertaut pada akun milik mantan pasangan.
Apabila akses terhadap akun tersebut sudah hilang, meminta bank menerbitkan kartu pengganti dapat menjadi pilihan lebih aman. Langkah ini mencegah transaksi baru menggunakan nomor kartu yang sebelumnya tersimpan.
Cabut Akses Rumah Pintar
Kamera keamanan, bel pintu video, kunci digital, speaker pintar, jaringan Wi-Fi, pelacak GPS, dan perangkat rumah pintar dapat menjadi celah pengawasan setelah hubungan berakhir.
Pengguna perlu menghapus akun mantan pasangan dari aplikasi pengelola, mengganti kata sandi utama, memperbarui kode akses, dan memeriksa daftar anggota rumah. Perangkat yang menggunakan akun bersama sebaiknya dipindahkan ke akun pribadi.
Federal Trade Commission menyebut aplikasi pemantauan dapat memberi seseorang akses rahasia terhadap lokasi, percakapan, pesan, email, foto, bahkan mikrofon perangkat. Karena itu, perubahan kata sandi harus disertai pemeriksaan perangkat dan izin aplikasi.
Waspadai Stalkerware
Stalkerware merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memantau lokasi, pesan, riwayat panggilan, foto, aktivitas media sosial, dan penelusuran internet tanpa persetujuan pemilik perangkat.
Laporan Kaspersky mencatat hampir 31.000 pengguna perangkat seluler di dunia terdeteksi menjadi sasaran stalkerware sepanjang 2023. Dalam survei yang sama, 40% responden mengaku pernah mengalami penguntitan atau menduga sedang diawasi.
Risikonya tidak berhenti pada pengawasan oleh mantan pasangan. WIRED pada April 2026 melaporkan hampir 90.000 tangkapan layar pribadi yang diduga dikumpulkan melalui stalkerware ditemukan terbuka di penyimpanan cloud tanpa perlindungan. Temuan tersebut menunjukkan data hasil penyadapan juga dapat bocor kepada pihak lain.
Tanda yang perlu diwaspadai antara lain baterai cepat habis, perangkat sering panas, penggunaan data meningkat, aplikasi asing muncul, atau izin kamera, mikrofon, lokasi, dan aksesibilitas diberikan kepada aplikasi yang tidak dikenal.
Jangan Buru-buru Menghapus Aplikasi Mencurigakan
Apabila terdapat dugaan penguntitan atau kekerasan, aplikasi mencurigakan tidak selalu aman untuk langsung dihapus. Penghapusan dapat diketahui oleh pelaku dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap korban.
Kaspersky dan FTC menyarankan pengguna mempertimbangkan keselamatan terlebih dahulu, mencari bantuan melalui perangkat lain yang aman, menyimpan bukti, serta menghubungi keluarga, organisasi pendamping, atau bantuan hukum.
Pemeriksaan perangkat dapat dilanjutkan dengan meninjau izin aplikasi, pemindai pelacak fisik, serta perangkat Bluetooth yang tidak dikenal. Dalam kondisi berisiko tinggi, mengganti ponsel atau melakukan pengaturan ulang pabrik setelah membuat rencana keselamatan dapat menjadi opsi.
“Fase pasca selesai dari sebuah hubungan tidak secara otomatis memutuskan ikatan digital Anda: akses apa pun yang Anda berikan satu sama lain tetap menyala secara aktif sampai seseorang mematikannya secara manual. Sebagian besar waktu, tidak ada yang berencana untuk benar-benar mengeksploitasinya, namun hal itu masih dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari momen ketidaknyamanan hingga risiko nyata dilacak. Untuk itu sebagai pengguna kita harus tetap mengutamakan kewaspadaan dan menerapkan kebersihan digital bahkan di ruang lingkup pribadi sekalipun” kata Kaspersky.
Tinggalkan Komentar
Komentar