periskop.id - Pernah merasa emosimu begitu spesifik sampai bingung menjelaskannya? Rasanya bukan sekadar sedih, bukan juga bahagia, tapi ada di antara keduanya atau bahkan lebih rumit dari itu.
Menariknya, perasaan-perasaan aneh yang sering kita alami ternyata punya nama dalam dunia psikologi. Dari rasa tidak berdaya melihat ketidakadilan hingga momen haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, inilah 10 istilah psikologi yang mungkin diam-diam pernah kamu rasakan.
10 Istilah Psikologi untuk Perasaan Aneh
1. Anhedonia
Anhedonia adalah kondisi ketika seseorang kehilangan atau mengalami penurunan minat, motivasi, dan rasa senang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal-hal yang dulu terasa menyenangkan jadi hambar sehingga sulit bagi penderitanya untuk benar-benar menikmati apa pun yang biasanya membuat bahagia.
2. Schadenfreude
Schadenfreude adalah istilah untuk perasaan senang saat melihat orang lain mengalami kesusahan dan sebaliknya merasa tidak nyaman ketika orang lain sedang bahagia. Di Indonesia, perasaan ini sering digambarkan dengan ungkapan “Menari di atas penderitaan orang lain”.
3. Rückkehrunruhe
Rückkehrunruhe adalah perasaan campur aduk antara senang, haru, dan emosional yang muncul saat pulang ke kampung halaman. Rasa bahagia ini sering kali begitu besar sampai sulit diungkapkan dengan kata-kata, bahkan kadang meluap menjadi tangisan karena emosi yang dirasakan terlalu dalam.
4. Catastrophizing
Catastrophizing adalah kebiasaan berpikir ketika seseorang terus membayangkan skenario terburuk, seolah-olah hal mengerikan pasti akan terjadi, meskipun belum tentu sesuai dengan kenyataan.
5. Adronitis
Adronitis adalah perasaan kesal, gregetan, atau frustrasi yang muncul ketika seseorang yang sudah lama dikenal justru terasa sulit untuk didekati lebih dalam. Perasaan ini sering muncul saat lama tidak berinteraksi dengan orang yang dulu dekat, lalu bertemu kembali dan muncul suasana canggung yang bikin tidak nyaman.
6.Kuebiko
Kuebiko adalah perasaan lelah, putus asa, dan tidak berdaya saat terus-menerus melihat situasi kejahatan atau ketidakadilan yang tidak bisa kita hentikan. Perasaan ini muncul karena kita peduli, tapi merasa tidak punya cukup kuasa untuk mengubah keadaan. Contohnya Perasaan lelah mental ketika terus mengikuti berita kekerasan atau bencana di media, tetapi tidak mampu memberi bantuan secara langsung.
7. Jouska
Jouska adalah kondisi ketika seseorang berbicara dengan dirinya sendiri secara diam-diam, tanpa disadari orang lain. Biasanya ini terjadi di dalam pikiran atau saat bercermin, seolah sedang berdialog, mengulang kejadian, atau membayangkan percakapan tertentu dengan diri sendiri.
8. Sonder
Sonder adalah perasaan ketika kita menyadari bahwa setiap orang punya kehidupan, cerita, dan masalah yang sama rumitnya dengan diri kita. Kesadaran ini sering muncul saat kita sedang menghadapi masalah berat, lalu berubah menjadi pengingat yang menenangkan bahwa kita tidak sendirian. Dampaknya, kita jadi lebih empati dan lebih bersyukur dalam menjalani hidup.
9. Secondhand Embarrassment
Secondhand embarrassment adalah perasaan malu yang kita rasakan karena tindakan orang lain. Meski bukan kita yang melakukan, rasa malunya tetap ikut muncul, sesuai ungkapan, “Dia yang berbuat, tapi aku yang ikut malu”.
10. Imaginary Audience
Imaginary audience adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasa seolah-olah semua orang sedang memperhatikan, mendengarkan, dan menilai dirinya. Padahal, perhatian itu sering kali hanya ada di pikiran sendiri, bukan benar-benar terjadi di dunia nyata.
Tinggalkan Komentar
Komentar