banner-sheroes-yoga
Artikel

Rapat LNG Blok Masela di Kemenkeu, Rangkap Jabatan Komisaris Pertamina dan PGN Disorot

Rapat LNG Blok Masela di Kemenkeu soroti rangkap jabatan komisaris Pertamina dan PGN. Ini profil dan fakta yang terungkap.

Rapat LNG Blok Masela di Kemenkeu, Rangkap Jabatan Komisaris Pertamina dan PGN Disorot
Logo Pertamina dan PGN. Dokumentasi: Periskop/dok.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Rapat percepatan investasi proyek gas alam cair atau LNG Blok Masela yang digelar pada Selasa (24/2), di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, berlangsung dengan atmosfer yang dinamis. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin langsung pertemuan tersebut untuk membahas hambatan (debottlenecking) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pertemuan tersebut membahas masalah yang cukup alot terkait permintaan dari investor asal Jepang, Inpex. Namun, di tengah ketegangan diskusi, suasana mencair berkat gaya komunikasi Purbaya yang lugas dan spontan.

Ketika pembahasan mengenai kendala proyek terus berlanjut, Purbaya sempat melontarkan pernyataan spontan kepada para peserta rapat.

“Lu jangan nyalahin-nyalahin gua terus,” ujar Purbaya spontan, yang langsung disambut tawa oleh para peserta rapat.

Tidak tinggal diam, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan jawaban yang memancing tawa sekaligus menyentil kondisi struktural di perusahaan negara.

“Saya mau nyalahin Pertamina sama PGN, cuman pejabat di Kementerian Keuangan kebanyakan komisaris di sana Pak (Purbaya),” jawab Djoko.

Guyonan tersebut memicu pertanyaan mengenai kebenaran adanya pejabat Kementerian Keuangan yang merangkap jabatan sebagai komisaris di PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Berikut adalah profil pejabat yang dimaksud.

Heru Pambudi di PT Pertamina 

Berdasarkan Laporan Tahunan Pertamina Tahun 2024, nama Heru Pambudi tercatat menjabat sebagai Komisaris. Pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, tahun 1970 ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, yakni lulusan S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Indonesia dan S2 di University of Newcastle Upon Tyne, Inggris.

Karier Heru di pemerintahan dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan pada tahun 1992, tepatnya di Direktorat Verifikasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia meniti karier panjang di bidang Kepabeanan dan Cukai hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2015 sampai 2021.

Pada Maret 2021, Heru diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penunjukkannya sebagai Komisaris di Pertamina diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Amien Sunaryadi di PT Perusahaan Gas Negara Tbk 

Sementara itu, mengacu pada laporan resmi di laman Bursa Efek Indonesia, nama Amien Sunaryadi menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Pria kelahiran Malang, 23 Januari 1960 ini memiliki rekam jejak yang panjang di instansi negara dan organisasi pengawasan. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1982 dan Diploma IV pada 1988. 

Ia kemudian melanjutkan studi master di Georgia State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Professional Accountancy pada 1993.

Selain itu, ia memiliki sertifikasi internasional seperti Certified Information System Auditor (CISA) System Audit and Control Foundation pada 1996, serta lulusan program The Corruption and Anti-Corruption Training National Centre of Development Studies (NCDS) di Australian National University pada 1998.

Rekam jejak Amien mencakup berbagai jabatan strategis:

  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003 sampai 2007.
  • Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2014 sampai 2018.
  • Wakil Komisaris PT Freeport Indonesia pada 2018.
  • Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2019.
  • Ketua Komite Pengawas Perpajakan periode 2023 sampai 2026.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) (PGAS), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.