Periskop.id - Pemerintah menetapkan rincian anggaran fungsi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 melalui Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025. Dalam beleid tersebut, terlihat distribusi anggaran pendidikan yang dialokasikan kepada berbagai kementerian dan lembaga.
Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat memegang alokasi anggaran fungsi pendidikan terbesar di Indonesia. Hal ini menandai babak baru dalam kebijakan fiskal pemerintah yang mengintegrasikan pemenuhan gizi sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan nasional.
BGN mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp223,56 triliun. Angka fantastis ini jauh melampaui kementerian yang secara tradisional mengurusi sektor pendidikan.
Sebagai perbandingan, jumlah yang dikelola BGN hampir tiga kali lipat dari anggaran Kementerian Agama dan hampir empat kali lipat dari anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Integrasi ini menunjukkan fokus pemerintah pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui sekolah-sekolah, sehingga secara administratif masuk ke dalam fungsi pendidikan.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesiapan fisik dan nutrisi yang cukup sebelum menerima materi pembelajaran di kelas.
Selain kementerian pendidikan inti, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menempati peringkat kelima dengan anggaran Rp23,06 triliun. Alokasi ini biasanya diarahkan pada pembangunan dan rehabilitasi fisik gedung sekolah serta sarana prasarana pendidikan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Di sisi lain, kementerian teknis seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian juga mengelola anggaran pendidikan yang digunakan untuk operasional sekolah kedinasan maupun pusat pelatihan vokasi di bawah naungan mereka masing-masing.
Menarik untuk diperhatikan bahwa lembaga yang berfokus pada riset dan literasi, seperti Perpustakaan Nasional (Rp0,07 triliun) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN (Rp0,03 triliun), mendapatkan alokasi fungsi pendidikan yang relatif jauh lebih kecil dibandingkan kementerian operasional lainnya.
Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah tahun 2026 tidak pada hal yang fundamental di bidang pendidikan, seperti riset dan peningkatan literasi.
Daftar Peringkat Anggaran Fungsi Pendidikan 2026 (Rp Triliun)
Berikut adalah rincian lengkap alokasi anggaran fungsi pendidikan per kementerian dan lembaga menurut Perpres Nomor 118 Tahun 2025:
| Peringkat | Kementerian atau Lembaga | Anggaran (Rp Triliun) |
|---|---|---|
| 1 | Badan Gizi Nasional | 223,56 |
| 2 | Kementerian Agama | 75,62 |
| 3 | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | 61,87 |
| 4 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah | 56,68 |
| 5 | Kementerian Pekerjaan Umum | 23,06 |
| 6 | Kementerian Sosial | 4,96 |
| 7 | Kementerian Keuangan | 3,99 |
| 8 | Kementerian Perhubungan | 1,88 |
| 9 | Kementerian Kebudayaan | 1,51 |
| 10 | Kementerian Ketenagakerjaan | 0,81 |
| 11 | Kementerian Perindustrian | 0,69 |
| 12 | Kementerian Pariwisata | 0,61 |
| 13 | Kementerian Pertahanan | 0,49 |
| 14 | Kementerian Pemuda dan Olahraga | 0,24 |
| 15 | Kementerian Pertanian | 0,24 |
| 16 | Kementerian Kelautan dan Perikanan | 0,17 |
| 17 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral | 0,17 |
| 18 | Kementerian Hukum | 0,08 |
| 19 | Kementerian Kehutanan | 0,08 |
| 20 | Perpustakaan Nasional | 0,07 |
| 21 | Kementerian Komunikasi dan Digital | 0,06 |
| 22 | Badan Riset dan Inovasi Nasional | 0,03 |
| 23 | Lembaga Administrasi Negara | 0,02 |
| 24 | Kementerian Perdagangan | 0,01 |
Tinggalkan Komentar
Komentar