periskop.id - Dunia literasi dan dakwah Tanah Air tengah berduka. Agus Mustofa, penulis buku religi dan tokoh intelektual muslim, meninggal dunia pada Senin, 30 Maret 2026, di usia 62 tahun. Kabar duka ini pertama kali diinformasikan oleh Eko Minarno melalui media sosial.

Sebelum wafat, Agus Mustofa diketahui sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit selama 14 hari di RSUA, kemudian dipindahkan ke RS Darmo, hingga akhirnya menjalani perawatan di GRIU Gr Amerta. Hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Penyakit yang diderita Agus Mustofa adalah multiple myeloma yang merupakan jenis kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Penyakit ini diketahui menjadi penyebab utama wafatnya sang penulis yang dikenal produktif dalam menyampaikan pemikiran keislaman.

Profil Agus Mustofa

Agus Mustofa lahir di Malang pada 16 Agustus 1963. Diketahui ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1982. Bekal keilmuan tersebut membentuk pola pikirnya yang rasional, yang turut memengaruhi cara pandangnya dalam memahami ajaran Islam.

Sebelum menekuni dunia kepenulisan secara penuh, ia memiliki perjalanan panjang di bidang jurnalistik. Agus pernah berkarier di Jawa Pos pada periode 1990 hingga 2003, serta dipercaya menjabat sebagai General Manager JTV pada 2001-2003.

Sementara itu, kedekatannya dengan dunia tasawuf tak lepas dari pengaruh sang ayah, Syekh Djafrie Karim yang dikenal sebagai tokoh tarekat dan pernah aktif di Dewan Pembina Partai Tarekat Islam Indonesia pada masa pemerintahan Soekarno.

Pada 2003, Agus Mustofa mulai menulis seri Sufisme Modern, dimulai dari buku Pusaran Energi Ka'bah. Sejak saat itu, ia dikenal konsisten menerbitkan buku dan aktif berdakwah melalui beragam platform, termasuk media sosial.

Daftar Buku Karya Agus Mustofa

Lewat seri Diskusi Tasawuf Modern (DTM), Agus Mustofa menghasilkan lebih dari 47 buku. Karyanya dikenal unik karena mengombinasikan nilai-nilai spiritual Islam dengan pendekatan sains modern.

Seri Diskusi Tasawuf Modern (DTM)

Agus Mustofa dikenal produktif melalui seri Diskusi Tasawuf Modern (DTM) yang menggabungkan pendekatan spiritual dan ilmiah. Beberapa karyanya antara lain:

  • Ternyata Akhirat Tidak Kekal: Mengulas konsep akhirat, surga, dan neraka dari sudut pandang tauhid.
  • Terpesona di Sidratul Muntaha: Membahas peristiwa Isra’ Mi’raj melalui pendekatan sains dan spiritual.
  • Mengubah Takdir: Menjelaskan perbedaan nasib dan takdir serta upaya manusia dalam mengubahnya.
  • Bersatu dengan Allah: Mengupas makna kedekatan manusia dengan Sang Pencipta dalam perspektif tasawuf.
  • Mengarungi 'Arsy Allah: Menjelajahi alam semesta melalui pendekatan astronomi dan kosmologi.
  • Wormhole: Jalan Pintas Menuju Surga: Mengkaji konsep dimensi dan perjalanan spiritual secara ilmiah.
  • Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh: Mengajak pembaca memahami jati diri untuk lebih mengenal Tuhan.
  • Segalanya Satu: Menguraikan konsep keesaan Tuhan melalui pendekatan ilmiah dan filosofis.

Karya Lainnya
Selain seri DTM, Agus Mustofa juga menulis berbagai buku lain yang tak kalah menarik, di antaranya:

  • Tafsir Ulul Albab (Juz 1-30): Tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan sains dan pemikiran modern.
  • Untuk Apa Berpuasa (Scientific Fasting): Mengulas makna dan manfaat puasa dari sisi ilmiah dan spiritual.
  • Ma’rifat di Padang Arafah: Panduan memahami makna ibadah haji, khususnya saat wukuf.
  • Melawan Kematian: Refleksi tentang kehidupan, kematian, dan persiapan menghadapinya.
  • Memilih Pemimpin: Membahas kriteria pemimpin berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
  • Membongkar Tiga Rahasia: Salah satu karya dalam rangkaian Diskusi Tasawuf Modern.