Periskop.id - Insiden hebat melanda dunia transportasi kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Sebuah unit taksi milik operator asal Vietnam, Green SM, diduga kuat menjadi pemicu kecelakaan yang melibatkan tiga rangkaian kereta api sekaligus.
Kecelakaan ini bermula dari gangguan mesin yang dialami armada taksi listrik tersebut tepat di tengah perlintasan sebidang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kendaraan listrik tersebut awalnya hendak melintasi rel tanpa palang pintu di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, kawasan Bulak Kapal, Bekasi.
Saat itu situasi terpantau aman, namun mobil tiba-tiba mati total di tengah lintasan dan tidak dapat dinyalakan kembali oleh pengemudi.
Kronologi Tabrakan Beruntun
Kecelakaan bermula saat satu rangkaian KRL jurusan Cikarang tidak dapat menghindari taksi hijau yang mogok tersebut hingga terjadi benturan.
Meski sopir berhasil menyelamatkan diri sebelum tabrakan dan sedang tidak membawa penumpang, armada taksi tersebut terseret hingga sekitar 100 meter dan mengalami kerusakan parah.
Dampak dari kejadian ini menyebabkan rangkaian KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Situasi menjadi semakin buruk ketika rangkaian KRL yang sedang berhenti tersebut tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah belakang.
Insiden beruntun ini mengakibatkan gangguan total pada perjalanan kereta api di jalur tersebut.
Armada yang terlibat dalam kecelakaan ini diidentifikasi sebagai VinFast VF e34, sebuah SUV listrik andalan Green SM. Merujuk pada situs resminya, VinFast VF e34 dibanderol dengan harga sekitar Rp283.000.000 untuk versi sewa baterai dan Rp320.847.100 untuk kepemilikan penuh.
Deretan Kasus Kecelakaan Green SM di Perlintasan Rel
Catatan nahas di Bekasi ini menambah panjang daftar kecelakaan armada Green SM di perlintasan kereta api dalam kurun waktu satu tahun terakhir:
- 31 Desember 2025: Satu unit taksi Green SM tertemper kereta di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dalam rekaman video yang viral, sopir nekat menerobos palang pintu tepat setelah rangkaian pertama lewat, namun justru dihantam kereta dari arah berlawanan (Kemayoran menuju Kampung Bandan).
- 10 Oktober 2025: Di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, sebuah unit Green SM tersambar bagian belakang kereta karena posisi berhenti yang terlalu dekat dengan garis aman lintasan rel.
Manajemen Green SM Indonesia merespons cepat insiden terbaru di Bekasi melalui akun media sosial resmi mereka.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis manajemen melalui akun Instagram @id.greensm.
Pihak operator menegaskan komitmennya untuk mendukung investigasi pihak berwenang dan meningkatkan standar keselamatan operasional.
Rentetan Insiden Lain: Dari Rem Blong hingga Tabrak Restoran
Selain kecelakaan di perlintasan rel, armada Green SM juga terlibat dalam beberapa insiden jalan raya lainnya:
- Januari 2026 (Tangerang): Taksi yang dikemudikan Saiful Hidayat (25) ditabrak mobil dari arah Ciledug saat baru keluar dari area parkir restoran di Karang Tengah.
- Januari 2026 (Jagakarsa): Terjadi benturan antara taksi Green SM dan bus TransJakarta di Lenteng Agung. Setelah tabrakan, mobil tiba tiba bergerak mundur tanpa kendali hingga menabrak tiang lampu dan kaca depan sebuah restoran.
- Februari 2025 (Jakarta Barat): Saat masih beroperasi dengan nama Xanh SM, satu unit taksi listrik ini diketahui menabrak seorang pedagang di wilayah Kembangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar