Periskop.id - Lembaga pendidikan global EF (Education First) secara resmi merilis laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) untuk edisi 2025. Hasil pemeringkatan yang melibatkan total 123 negara dan wilayah di seluruh dunia ini didasarkan pada basis data hasil tes dari 2,2 juta peserta EF SET sepanjang 2024.
Laporan edisi 2025 ini membawa metodologi baru yang memberikan cakupan penilaian lebih luas. Jika pada edisi-edisi sebelumnya EF SET hanya menguji kemampuan reseptif bahasa Inggris berupa pemahaman membaca (reading) dan mendengarkan (listening), maka sejak paruh pertama tahun 2024, bagian tes baru yang menguji kemampuan produktif seperti menulis (writing) dan berbicara (speaking) resmi diperkenalkan untuk pertama kalinya.
Walau bersifat opsional dan mayoritas peserta masih memilih sertifikasi kemampuan reseptif saja, perluasan tes produktif ini memberikan perspektif tren yang nyata terhadap skor global.
Salah satu temuan unik dalam riset terbaru ini adalah perkembangan kemampuan bahasa Inggris antar-aspek (reading, listening, speaking, writing) yang ternyata berjalan tidak merata.
Negara-negara yang memiliki tingkat kemahiran bahasa Inggris lebih tinggi justru mencatatkan kesenjangan keahlian (skill gaps) yang lebih lebar antara kemampuan terkuat dan terlemah mereka.
Bahkan, rata-rata jurang pemisah di negara berkecakapan sangat tinggi (very high proficiency) berukuran hampir dua kali lipat lebih luas jika dibandingkan dengan negara berkecakapan rendah atau sangat rendah.
Peta Kecakapan Bahasa Inggris di Kawasan Asia
Berdasarkan laporan tersebut, wilayah Asia yang terbagi ke dalam empat kategori utama kemahiran, yakni sebagai berikut:
- High Proficiency (Kemahiran Tinggi)
Di segmen ini, dua negara Asia Tenggara berhasil memimpin. Malaysia menduduki peringkat ke-24 global dengan raihan skor 581, disusul ketat oleh Filipina di peringkat ke-28 dengan perolehan skor 569. - Moderate Proficiency (Kemahiran Sedang)
Hong Kong berada di peringkat ke-39 global dengan skor 538, memimpin kelompok ini di Asia.
Di bawahnya berturut-turut diisi oleh Korea Selatan pada peringkat ke-48 (522 poin), Nepal di peringkat ke-58 (514 poin), Bangladesh di peringkat ke-62 (506 poin), dan Vietnam di peringkat ke-64 (500 poin). - Low Proficiency (Kemahiran Rendah)
Indonesia berada di dalam kelompok ini bersama beberapa negara Asia Selatan dan Timur lainnya. Secara global, Indonesia menduduki peringkat ke-80 dengan perolehan skor sebesar 471.
Posisi Indonesia berada di bawah Pakistan yang bertengger di peringkat ke-67 (493 poin), Sri Lanka di peringkat ke-73 (486 poin), India di peringkat ke-74 (484 poin), dan Bhutan di peringkat ke-79 (473 poin).
Kendati demikian, skor Indonesia masih berada di atas China yang menempati peringkat ke-86 (464 poin) serta Laos di peringkat ke-88 (461 poin). - Very Low Proficiency (Kemahiran Sangat Rendah)
Beberapa negara ekonomi utama Asia justru harus menerima kenyataan berada di zona merah ini. Secara mengejutkan, Jepang berada di peringkat ke-96 global dengan skor 446 (berbagi posisi dengan Afghanistan).
Selain itu, terdapat Thailand yang terlempar ke peringkat ke-116 dengan skor 402, serta Kamboja yang menempati posisi paling bontot dalam rilis laporan tersebut, yakni di peringkat ke-123 global dengan raihan 390 poin.
Tabel Peringkat Kecakapan Bahasa Inggris Negara-Negara Asia (EF EPI 2025)
Berikut adalah ringkasan data urutan peringkat global, skor perolehan, beserta pembagian kategori kemahiran khusus untuk negara-negara di wilayah Asia:
| Peringkat Global | Negara / Wilayah Asia | Skor EF EPI | Kategori Kemahiran (Proficiency Band) |
|---|---|---|---|
| 24 | Malaysia | 581 | High Proficiency (Tinggi) |
| 28 | Filipina | 569 | High Proficiency (Tinggi) |
| 39 | Hong Kong, Cina | 538 | Moderate Proficiency (Sedang) |
| 48 | Korea Selatan | 522 | Moderate Proficiency (Sedang) |
| 58 | Nepal | 514 | Moderate Proficiency (Sedang) |
| 62 | Bangladesh | 506 | Moderate Proficiency (Sedang) |
| 64 | Vietnam | 500 | Moderate Proficiency (Sedang) |
| 67 | Pakistan | 493 | Low Proficiency (Rendah) |
| 73 | Sri Lanka | 486 | Low Proficiency (Rendah) |
| 74 | India | 484 | Low Proficiency (Rendah) |
| 79 | Bhutan | 473 | Low Proficiency (Rendah) |
| 80 | Indonesia | 471 | Low Proficiency (Rendah) |
| 86 | China | 464 | Low Proficiency (Rendah) |
| 88 | Laos | 461 | Low Proficiency (Rendah) |
| 91 | Turkmenistan | 456 | Low Proficiency (Rendah) |
| 95 | Mongolia | 447 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 96 | Afghanistan | 446 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 96 | Jepang | 446 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 99 | Myanmar | 444 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 101 | Kyrgyzstan | 443 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 104 | Uzbekistan | 429 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 107 | Kazakhstan | 417 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 110 | Tajikistan | 409 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 116 | Thailand | 402 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
| 123 | Kamboja | 390 | Very Low Proficiency (Sangat Rendah) |
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar