periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan Space by KAI, sebuah platform digital yang memungkinkan calon investor menjajaki aset-aset perusahaan sebagai lokasi bisnis. Lewat aplikasi ini, pelaku usaha bisa langsung mengeksplorasi berbagai titik potensial milik KAI tanpa harus mencari informasi secara manual.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra memaparkan, selama ini informasi mengenai titik-titik aset strategis perusahaan belum tersebar luas di kalangan pelaku usaha. Kehadiran Space by KAI dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut sekaligus membuka pintu kerja sama dengan investor.
"Memang belum banyak yang mengetahui titik-titik yang mana yang paling bagus buat sisi bisnis di kita," ujar Rafli dalam Peluncuran Space by KAI di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (10/6).
Ia menguraikan, ragam aset yang bisa dilirik investor terbilang luas. Mulai dari stasiun, kawasan transit, ruang komersial, lahan kosong, hingga bangunan-bangunan bersejarah yang dinilai menyimpan potensi besar.
"Kalau kita lihat banyak sekali yang dimiliki oleh KAI, mulai dari stasiun, kawasan transit, ada ruang komersial, kemudian ada juga lahan-lahan kosong dan bangunan, terutama bangunan-bangunan heritage, hingga berbagai ruangan lain yang sepertinya banyak menyimpan potensi besar untuk tumbuh menjadi peluang bisnis kita bersama," beber Rafli.
Keseluruhan aset tersebut kini bisa ditelusuri secara digital melalui aplikasi Space. Fitur yang tersedia di dalamnya dirancang agar calon mitra bisa memahami lokasi hingga titik-titik paling strategis sebelum mengambil keputusan bisnis.
Rafli menambahkan, tampilan digital Space by KAI juga berfungsi sebagai gambaran awal bagi investor sebelum terlibat lebih jauh dalam proses kemitraan.
Pemanfaatan aset KAI untuk kepentingan bisnis ini disebut sebagai pelengkap dari fungsi utama perusahaan sebagai operator transportasi kereta api. KAI memandang aset-aset tersebut sebagai sumber nilai tambah yang belum sepenuhnya tergarap.
Pengemasan Space by KAI dalam format digital dinilai menjadi langkah awal yang lebih inklusif karena memungkinkan siapa saja mengakses informasi aset KAI kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu kunjungan fisik terlebih dahulu.
"Ini bukan hanya sekadar katalog aset, tetapi ini adalah pintu awal kemitraan kita, di mana para pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi bisnis dan memulai langkah-langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana," tutur Rafli.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar