Periskop.id - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan terobosan baru dalam syiar keagamaan dan sosial. 

Pada Minggu (5/7), lembaga tersebut secara resmi meluncurkan Komunitas Kucing Muhammadiyah, yang disingkat dengan nama KucingMu. Wadah baru ini dibentuk secara khusus untuk menjadi tempat dakwah bagi para pecinta hewan, terutama masyarakat yang memiliki kegemaran memelihara kucing.

Acara peluncuran komunitas unik ini diselenggarakan di Gedung Muhammadiyah DIY. Langkah ini menandai keseriusan organisasi dalam merangkul kelompok masyarakat yang berbasis pada kesamaan minat dan hobi.

Layanan Kesehatan Gratis dan Penerbitan Kartu Anggota Khusus

Momentum peluncuran KucingMu ini sengaja diselenggarakan bersamaan dengan agenda sosial kemasyarakatan yang menyasar langsung kesehatan hewan. 

Panitia menggelar acara Pemeriksaan Kesehatan Kucing Gratis yang dilaksanakan di area sekitar Gedung Muhammadiyah DIY. Kehadiran program ini langsung menarik perhatian para pemilik hewan di wilayah sekitar untuk memeriksakan kondisi kesehatan kucing peliharaan mereka.

Ada hal menarik dalam peluncuran KucingMu ini, yaitu adanya penerbitan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus untuk kucing yang ikut serta dalam pemeriksaan kesehatan. 

Kartu identitas unik tersebut diberikan kepada hewan peliharaan sebagai bagian dari inovasi program. Melalui pencatatan ini, pengurus berharap dapat menjadikannya sebagai basis data awal untuk mengetahui jumlah warga Muhammadiyah yang memiliki hewan peliharaan. 

Di samping itu, program identitas ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan kepedulian yang lebih luas terhadap kesehatan hewan di lingkungan persyarikatan.

Memperluas Ruang Dakwah di Sektor Publik

Inovasi dakwah berbasis komunitas ini mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan organisasi. 

Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, memberikan penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan tersebut. Menurutnya, KucingMu diproyeksikan menjadi ruang baru bagi dakwah Muhammadiyah agar bisa menjangkau komunitas pecinta hewan secara langsung.

Kehadiran organisasi ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan dan eksistensi persyarikatan di tengah ruang publik melalui pendekatan yang humanis dan dekat dengan hobi masyarakat.

“Kami berharap KucingMu dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah,” ujar Ananto, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (8/7).