periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan platform digital bernama Space by KAI sebagai sarana penawaran aset perusahaan kepada investor dan mitra bisnis. Seluruh aset yang ditampilkan dalam platform tersebut diklaim telah berstatus clean and clear serta bebas dari sengketa hukum.

Executive Vice President Sales KAI Zuhril Alim menegaskan, hanya aset yang sudah siap dikerjasamakan yang masuk ke dalam platform tersebut. Perusahaan juga melakukan proses kurasi untuk menyaring aset-aset dengan prospek bisnis dan nilai komersial tinggi sebelum ditampilkan kepada publik.

Advertisement

"Kami sampaikan, di dalam Space by KAI ini betul-betul aset yang sudah bisa ready untuk dikerjasamakan," tegas Zuhril usai peluncuran Space by KAI di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (10/6).

Ia merinci, platform tersebut juga dilengkapi fitur yang menampilkan informasi status setiap aset secara transparan, sehingga calon investor bisa memahami kondisi aset sebelum menjajaki kerja sama lebih lanjut.

"Aset-aset yang masih memiliki permasalahan, dalam hal ini masih belum clean and clear, kami mengambil untuk tidak kami keluarkan terlebih dahulu," ujarnya.

Saat ini, KAI tercatat mengelola aset seluas sekitar 327 juta meter persegi yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Aset-aset itu mencakup kawasan di sekitar stasiun maupun area pendukung operasional perkeretaapian.

Zuhril menyebutkan, tidak semua aset tersebut masuk ke dalam platform. Ada proses seleksi untuk memilih lahan dan bangunan yang benar-benar memiliki potensi komersial menarik bagi mitra bisnis.

"Dengan Space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensi, punya nilai komersial tinggi," katanya.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra menilai, potensi aset perusahaan belum banyak diketahui publik secara luas. Melalui Space by KAI, pelaku usaha maupun investor dapat menelusuri berbagai pilihan aset yang tersedia, mulai dari stasiun, kawasan transit, ruang komersial, lahan kosong, bangunan, hingga aset bersejarah (heritage).

Rafli memaparkan, ragam aset yang dimiliki KAI menyimpan peluang bisnis besar yang selama ini belum terekspos secara optimal kepada calon mitra. Karena itu, platform ini dirancang agar proses identifikasi peluang kerja sama bisa dilakukan lebih mudah dan cepat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, Space by KAI dikembangkan agar calon investor mendapat akses informasi yang lebih cepat, lengkap, dan transparan. Melalui space.kai.id, detail aset seperti lokasi, luas area, foto, deskripsi, hingga status hukum tersedia dalam satu platform.

"Ini bukan hanya sekadar katalog aset, tetapi ini adalah pintu awal kemitraan kita bersama, di mana para pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi bisnis, dan memulai langkah-langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana," tutur Rafli.