periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan nilai ekspor tekstil Indonesia berpotensi meningkat hingga 10 kali lipat dalam satu dekade ke depan, seiring dengan meluasnya akses pasar ke berbagai negara.

Ia menjelaskan, dari sisi permintaan, pertumbuhan akan ditentukan oleh belanja masyarakat serta peningkatan ekspor. Menurutnya, apabila pembukaan akses ekspor tekstil dapat dioptimalkan secara menyeluruh, peningkatan ekspor dalam 10 tahun mendatang sangat mungkin tercapai.

"Dari segi permintaan adalah belanja masyarakat dan ekspor. Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di sektor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali," kata Airlangga dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Airlangga menilai peningkatan ekspor tersebut akan berdampak langsung terhadap terciptanya lapangan kerja yang lebih luas. Dengan fondasi yang kuat berupa peningkatan investasi, penyederhanaan birokrasi, serta penegakan hukum yang konsisten sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, ia optimistis Indonesia mampu mempercepat pertumbuhan industri.

"Nah, dengan adanya landasan yang kuat yaitu investasi, birokrasi sederhana, dan penegakan hukum yang selalu dicanangkan oleh Bapak Presiden, Insya Allah negara ini bisa lepas landas," tambahnya.